Jumat, 04 Maret 2016

Pengertian, Ruang Lingkup dan Tujuan Ilmu Pendidikan Islam

Wikipendidikan -  Ilmu pendidikan Islam adalah sebuah studi tentang proses pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai filosofis ajaran islam dengan sebagai dasarnya adalah sumber hukum islam yakni Al-Quran dan Sunnah. Dengan kata lain, ilmu pendidikan islam merupakan ilmu pendidikan yang berdasarkan islam atau ilmu pendidikan yang berkarakter islam.

Baca juga: 
Moh. Roqib menjelaskan, Ilmu pendidikan islam merupakan sekumpulan teori kependidikan yang berdasarkan konsep dasar agama islam yang berasal dari hasil telaah secara mendalam terhadap Al-Quran, hadits, serta teori-teori dari bidang keilmuan lain yang selanjutnya diramu secara integratif oleh para pemikir dan tokoh intelektual islam sehingga menjadi suatu kontruksi teori-teori pendidikan baru yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ilmu pendidikan islam merupakan suatu kajian keilmuan yang di dalamnya berisi sekumpulan teori dan data yang telah terintegrasi yang telah mengalami didialogkan dan dijelaskan dengan perspektif islam. Teori-teori dan konsep dalam ilmu pendidikan islam tidak hanya harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademik-ilmiah, namun juga harus bisa dipraktekkan atau diaplikasikan secara operasional dalam pendidikan. Oleh karena itu ilmu pendidikan islam tidak hanya berkutat pada tataran teoritis, namun juga pada tataran praktis.

Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam

Ilmu pendidikan islam bukanlah ilmu yang ruang lingkup kajiannya hanya berkutat pada ranah toeiritis, namun juga praktis. Baik pada tataran teoritis maupun praktis, ilmu pendidikan islam berupaya untuk merealisasikan misi ajaran islam yang di antaranya: menyebarluaskan dan menginternalisasikan ajaran islam ke dalam jiwa setiap manusia, memotivasi umat islam untuk mewujudkan nilai-nilai ajaran islam yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah, memotivasi umat islam untuk menciptakan pola kehidupan yang menjadikan individu maupun masyarakat menjadi sejahtera, serta peningkatan derajat dan martabat manusia baik dalam konteks vertikal maupun horizontal.

Secara epistemologis, ilmu pendidikan islam berlandaskan pada salah satu konsep yang disebut dengan education academic. Implikasi dari penggunaan konsep education academic untuk pengembangan ilmu pendidikan islam akan menjadikan ilmu pendidikan islam lebih bersikap terbuka, luwes, dan kontekstual.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membuka ruang dialog antara ilmu pendidikan islam dengan ilmu-ilmu lain yang sejalan atau sesuai dengannya, misalnya psikologi, sejarah, filsafat, sosiologi, politik, manajemen, dan lain sebagainya. Jadi ketika ilmu pendidikan kemudian disandingkan dengan kata islam, maka bisa dimaknai dengan ilmu pendidikan yang didialogkan dengan nilai-nilai islam yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah sebagai sumber utama ajaran islam.

Dengan berdasar pada konsep education academic, ilmu pendidikan islam berkonsentrasi pada tataran teoritis-idealis di mana hal ini merupakan dasar epistemologis atau rancang bangun keilmuan bagi desain pendidikan seperti konsep tentang visi, misi, tujuan, kurikulum, proses pembelajaran, dan lainnya, semua akan mengambil manfaat dari ilmu pendidikan islam yang berbasis pada education academic ini.

Tujuan Ilmu Pendidikan Islam

Ketika kita berbicara tentang tujuan ilmu pendidikan islam, tidak lepas darinya yaitu tentang tujuan dari pendidikan islam itu sendiri. Sebagai konsep pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, maka tujuan pendidikan islam tidak lepas dari tuntunan yang berasal dari Al-Quran dan sunnah. Tujuan itulah sasaran yang ingin kita capai. Menurut Imam Al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah membentuk insan paripurna baik di dunia maupun di akhirat. Pendidikan ditujukan untuk menjadikan manusia semakin dekat dengan Allah SWT. Menurut Al-Ghazali, tujuan dari belajar atau mencari ilmu adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah. Selanjutnya, buah dari ilmu yang dipelajari tersebut akan membawa kedekatan kepada Allah dan meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Menurut Al-Ghazali, manusia akan sampai kepada tingkat kesempurnaan apabila ia menguasai sifat-sifat keutamaan melalui ilmu yang dipelajari. Keutamaan itulah yang pada akhirnya akan membahagiakan di dunia dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga menjadi bahagia di akhrat kelak.

Sedangkan menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan Islam harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang ke arah perkembangannya yang sempurna meliputi fisik, intelektual, dan budi pekerti. Selain itu, tujuan pendidikan Islam harus diarahkan kepada upaya mempersiapkan seseorang agar dapat hidup di masyarakat secara bersama-sama dengan melakukan pekerjaan dan keahlian yang dipilihnya sesuai dengan bakat, kecenderungan, kesiapan, dan potensi yang dimilikinya. Sedangkan tujuan ilmu pendidikan islam di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan pembuktian terhadap teori-teori kependidikan islam yang merangkum aspirasi atau cita-cita islam yang harus diupayakan agar terealisasi.
  2. Memberikan bahan informasi tentang pelaksanaan pendidikan islam dalam segala aspeknya bagi pengembangan ilmu pendidikan islam.
  3. Mengoreksi kekurangan dari teori-teori yang menjadi pegangan ilmu pendidikan islam sehingga memungkinkan bertemunya teori dan praktik dalam hubungan yang semakin dekat dan bersifat interaktif.
Pendidikan islam merupakan bagian penting dari dinamika pendidikan di Indonesia, mengingat agama islam merupakan agama mayoritas di negara ini dan bahkan di tingkat Internasional. Islam menaruh perhatian yang sangat besar dalam bidang pendidikan. Sejak zaman Rasulullah SAW sampai saat ini, pendidikan islam telah mengalami dinamika dan perkembangan yang sangat pesat. Secara umum, Pendidikan Islam adalah usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengimani ajaran agama islam yang disertai dengan tuntunan saling menghormati penganut agama lain dalam konteks kerukunan antar umat beragama guna mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa. 

Pendidikan islam berusaha memperkenalkan dasar-dasar agama islam kepada para peserta didik yang masih berada dalam fase kanak-kanak. Pada fase ini, biasanya anak didik diperkenalkan tentang konsep akidah dan pokok-pokok dari rukun iman dan rukun islam sebagai pondasi awal keislaman dan keimanan mereka.

Pada fase-fase berikutnya para peserta didik akan memahami dan menghayati agama islam secara mendalam melalui proses pendidikan islam yang diberikan oleh para guru pendidikan agama islam. Kesadaran keberagamaan mereka akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu dengan proses internalisasi nilai-nilai keislaman yang terus didapatkan dalam proses pembelajaran.

Itulah uraian tentang pengertian dan tujuan dari ilmu pendidikan islam. Sampai saat ini, masih banyak ilmuan dan para intelektual muslim yang terus berupaya membangun dan mengembangkan ilmu pendidikan islam. Ilmu pendidikan islam juga tidak lepas dari kritik. Di antara kritik terhadap ilmu pendidikan islam ialah belum memiliki landasan epstemologis yang jelas dan mandiri tanpa harus mengacu pada ilmu pendidikan yang telah ada yang berasal dari barat.

Baca juga :
Menurut hemat penulis, sulit rasanya membangun epsitemologi ilmu pendidikan islam yang mandiri dan benar-benar pure tanpa mengambil konsep dan teori tentang ilmu pendidikan secara umum. Pasalnya, metode ilmiah yang digunakan untuk menyusun ilmu pendidikan islam itu sendiri tidak lepas dari filsafat barat (positivisme).

Daftar Rujukan
  • Roqib, Moh. Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan pendidikan integratif di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Yogyakarta: LkiS, 2009.
  • Majid, Abdul. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006)
  • Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006)
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top