Kamis, 10 Maret 2016

Pemikiran Pendidikan Islam Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dalam Kitab Ta'lim Muta'alim

Pemikiran Pendidikan Islam Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dalam Kitab Ta'lim Muta'alim - Dalam khazanah intelektual islam klasik, ada banyak tokoh yang menaruh perhatian dalam bidang Pendidikan. Salah satunya yaitu Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji. Beliau merupakan ulama sekaligus intelektual muslim yang sampai saat ini karyanya yang berjudul Ta'lim Muta'alim masih dikaji dan dijadikan sebagai pedoman dalam tata cara dan etika belajar di kalangan pesantren. Sayangnya, tidak banyak santri yang mengetahui profil atau biografi kitab yang dikajinya. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dibahas secara ringkas pandangan-pandangan beliau dalam masalah pendidikan.

Biografi singkat Syekh Burhanuddin Az-zarnuji

Burhanuddin Az-Zarnuji mempunyai nama lengkap Burhanuddin Al-Islam Az-Zarnuji. Beliau hidup pada masa sekitar akhir abad 12 sampai awal abad 13 masehi. Selama hidupnya, beliau mempelajari banyak bidang keilmuan melalui para ulama’ masa itu. Beberapa ilmu yang dipelajari seperti fikih, tasawuf, sastra, dan juga ilmu kalam (teologi). Hasil analisis para pakar pendidikan menyimpulkan bahwa Burhanuddin Az-Zarnuji hidup di era keemasan islam, tepatnya pada masa-masa akhir dinasti Abbasiyah. Di era ini banyak bermunculan lembaga-lembaga pendidikan islam seperti Madrasah Nizhamiyah, Madrasah An-Nuriyah Al-Kubra, juga Madrasah Al-Mustansyiriah. Madrasah-madrasah tersebut menyediakan fasilitas yang lengkap sebagai sarana pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan, di antaranya perpustakaan, aula, dan gedung-gedung tempat belajar yang megah. Kondisi tersebut memberi pengaruh yang sangat positif bagi perjalanan intelektual Burhanuddin Az-Zarnuji untuk menjadi seorang ilmuan yang berpengetahuan dan berwawasan luas.

Pemikiran Burhanuddin Az-Zarnuji mengenai pendidikan islam tersusun secara sistematis dalam kitabnya Ta’limul Muta’alim. Di dalam kitab tersebut beliau menjelaskan secara rinci tentang pengertian ilmu dan keutamaannya, metodologi belajar mengajar, konsep tentang guru, peserta didik, dan lain sebagainya. Pembahasan secara lebih terperinci akan saya jelaskan dalam uraian di bawah ini:

Pandangan Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji Tentang guru

Dalam pandangan Burhanuddin Az-Zarnuji, guru adalah orang yang benar-benar menguasai ilmu secara mendalam. Ia juga harus memiliki sifat wara’, yaitu sifat menjaga diri dari hal-hal yang haram dan subhat. Seorang guru juga harus menjadi teladan yang baik, bukan hanya berwawasan luas semata. Sebagaimana dalam konteks pendidikan saat ini, selain berperan sebagai pengajar yang mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, guru juga memiliki peran sebagai pendidik yang menginternalisasikan nilai-nilai kebaikan bagi peserta didiknya.

Pandangan Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji tentang Peserta didik

Burhanuddin Az-Zarnuji dalam kitabnya Ta’limul Muta’alim mengemukakan sifa-sifat yang seharusnya dimiliki oleh seorang santri atau peserta didik yang sedang menuntut ilmu. Sifat-sifat tersebut meliputi: 1) Cinta kepada ilmu, 2) Hormat dan patuh kepada guru, 3) Sayang kepada kitab atau buku yang merupakan sumber belajar, 4) Saling menghormati kepada sesama peserta didik, 5) Memanfaatkan waktu untuk belajar dengan sebaik-baiknya, 6) Konsisten dan tekun, 7) Menjaga diri dari hal-hal yang haram dan subhat menurut agama, 8) Memiliki cita-cita yang mulia, dan 9) Bertawakkal kepada Allah swt. atas hasil jerih payahnya dalam menuntut ilmu.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa Burhanuddin Az-Zarnuji lebih menekankan pada pembinaan akhlak peserta didik. Selain hal-hal di atas, Burhanuddin Az-Zarnuji juga menekankan pentingnya riyadhoh bagi peserta didik dengan cara mengurangi makan, minum, dan tidur agar berhasil mendapatkan ilmu yang manfaat dan membawa berkah dunia dan akhirat.
Konsep riyadhoh ini mengajarkan kepada kita bahwa untuk meraih sebuah keberhasilan atau kesuksesan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi, membutuhkan perjuangan yang panjang. Sama halnya ketika mencari ilmu, kita harus berani berjuang dan berkorban harta, waktu, dan tenaga. Tidak seperti kebanyakan akademisi sekarang yang dalam mencari ilmu menggunakan cara yang serba instan dan praktis.

Pandangan Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji tentang Ilmu dan Metode Belajar

Burhanuddin Az-Zarnuji mengklasifikasikan ilmu atau materi pelajaran yang harus dipelajari peserta didik menjadi beberapa bagian yaitu: 1) Ilmu tauhid, 2) Ilmu fikih, 3) Ilmu alat seperti nahwu sharaf, 4) Ilmu kerohanian seperti tawakkal, taubat, ridha, dan lain-lain.

Tentang metode belajar, Burhanuddin Az-Zarnuji menggunakan beberapa metode seperti mengulang dan menghafal, mencatat dan memahami, tanya jawab antar peserta didik, diskusi kelompok, dan diskusi kelas.

Penutup

Itulah uraian singkat pemikiran Burhanuddin Az-Zarnuji dalam pendidikan islam. Secara garis besar dapat kita simpulkan bahwa corak pemikiran beliau ini sangat kental di kalangan pesantren. Di lembaga pendidikan pesantren, santri sebagai pendidik dibiasakan untuk senantiasa menjunjung tinggi akhlak mulia, baik yang dalam hal ibadah maupun muamalah, khususnya kepada para ustadz dan kyai.

Ilmu tauhid dasar, fiqih dasar, dan nahwu sharaf dasar menjadi bidang kajian awal para santri baru di pesantren. Ilmu tauhid dasar biasanya membahas tentang sifat-sifat Allah swt. dan Rasulullah, ilmu nahwu sharaf dasar tentang kaidah-kaidah dasar dalam bahasa Arab, dan fikih dasar meliputi thaharah, shalat, dan yang berkenaan dengan ibadah-ibadah lainnya.

Metode mengulang dan menghafal menjadi karakteristik utama dalam pesantren. Mata pelajaran nahwu sharaf yang pada umumnya berbentuk syair biasanya disuruh menghafalkan dan kemudian santri mengulang hafalannya di depan seorang ustadz atau kyai. Metode tanya jawab dan diskusi juga menjadi rutinitas para santri setiap harinya untuk lebih memahami pelajaran yang telah diberikan oleh para ustadz.
Wikipendidikan
Back To Top