Minggu, 13 Maret 2016

Creative Writing - Motivasi Menulis untuk Para Penulis Pemula

Meskipun pada judul artikel ini ada istilah 'Penulis Pemula", bukan berarti yang menulis artikel ini sudah senior dan seorang penulis yang ahli. Tapi sama saja, yang menulis artikel ini juga masih pemula yang hanya ingin sekedar berbagi pengalaman saja. Menulis itu gampang-gampang susah. Kadang gampang, kadang juga susah. Gampang bagi mereka yang sudah berpengalaman dalam dunia kepenulisan, di mana karya-karya mereka sudah berhasil mewarnai kehidupan banyak orang. Namun bagi kita yang masih pemula, menulis bukanlah hal yang mudah. Persepsi seperti itu muncul akibat dari banyaknya kendala yang ditemui ketika menjalani proses menulis. Mulai dari sulitnya menemukan ide, rasa malas, bingung bagaimana harus memulai, dan lain sebagainya.

Semua itu wajar, namanya juga proses. Apapun perlu perjuangan. Dan dalam proses itulah kita berjuang melawan segala macam godaan dan tantangan yang menghalangi kita untuk sampai pada tujuan yang hendak kita capai. Sama seperti kita, para penulis besar sekelas Andrea Hirata pun pasti juga melalui proses yang sama. Ada masa-masa sulit penuh perjuangan yang harus dia hadapi sebelum akhirnya dia berhasil mencapai puncak setelah masa sulit itu terlewati.

Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Bukan dengan cara menghindari kesulitannya, namun mencari solusi bagaimana agar kesulitan itu terpecahkan dan kita dapat mengambil hikmah darinya.

Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa menulis itu bukan karena bakat, namun lebih karena perjuangan dan latihan yang keras. Oleh karena itu, bagi kita-kita yang masih pemula, jangan pernah berkecil hati. Bukankah Allah membalas sesuai dengan tingkat usaha hamba-Nya?

Tidakkah anda termotivasi oleh kisah Sun Lukang, seorang gadis Beijing yang tangannya tidak berfungsi, mampu menulis sampai empat buah buku hanya dengan menggunakan kedua kakinya? Sudah sejak usia 7 tahun ia aktif menulis dengan kakinya. Lukang hanya mengenyam sekolah dasar dan berhenti karena faktor kesehatan. Namun tidak segalanya berhenti di situ, Lukang kemudian fokus menulis di rumah. Lukang mengatakan bahwa kesulitan yang ia alami tak pernah menghentikannya untuk memberikan inspirasi para pembaca melalui tulisannya.

Ketika kita bersungguh-sungguh belajar dan berlatih menulis, maka insyaallah suatu saat kita akan menjadi seorang penulis yang hebat. Belajarlah merenungkan dan mengumpulkan ide-ide untuk anda ungkapkan ke dalam bahasa tulis. Anda harus tau apa yang ingin anda sampaikan melalui tulisan anda.

Mulailah menulis dengan cara yang sederhana. Dari apa saja yang kita lihat di sekitar kita. Apa saja yang kita dengar, lihat, dan rasakan, berpotensi untuk menjadi sumber inspirasi bagi tulisan kita. Kalau sekiranya sudah ada yang mampir di otak, cepat-cepatlah untuk segera menuliskannya, jangan biarkan ide itu lari begitu saja.

Belajarlah untuk melihat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh. Kesungguhan kita dalam melihat akan sangat membantu pikiran dan perasaan berkonsentrasi terhadap objek yang dilihat. Tujuannya adalah agar kita mendapatkan informasi yang menyeluruh tentang objek tersebut.

Sebelum menulis, pelajari terlebih dahulu objek yang hendak kita tulis sedalam-dalamnya. Sedalam cinta kita sama kekasih. Tujuannya agar kita benar-benar memahami apa yang kita tulis. Apa kata dunia kalau kita tidak paham dengan tulisan kita sendiri.

Berdamailah dengan diri sendiri. Maksudnya apa? Ketika ada orang atau sekelompok orang yang dengan sengaja menjelek-jelekkan tulisan kita, jangan cepat terbawa emosi dan berniat membalasnya. Sebab hal itu akan merugikan diri anda sendiri. Semua itu hal yang biasa terjadi, terutama dalam konteks media online seperti blog dan media sosial. Selektiflah dalam merespon kritik dari orang lain, kalau kritik itu membangun, ambillah. Tapi kalau sebaliknya, ya jangan diambil, gitu aja kok repot..! Hehe

Menulis adalah pekerjaan kreatif yang menuntut konsistensi dan ketekunan. Penulis perlu menjaga semangat dan kecintaan mereka untuk menulis dalam setiap keadaan. Mereka harus menyesuaikan diri dengan suasana hati mereka untuk mencegah segala bentuk hambatan ketika menulis. Ada banyak hal yang dapat mencegah penulis dari kehilangan fokus pada aktifitas mereka.

Berikut adalah beberapa panduan yang semoga dapat membantu anda untuk tetap konsisten menulis dalam segala keadaan:

1. Alokasikan waktu secara teratur

Sangat penting untuk mengatur waktu untuk menulis. Mengatur waktu yang tetap membantu Anda untuk melatih kebiasaan menulis dalam segala situasi atau suasana hati. Hal ini membantu pikiran anda untuk berkonsentrasi menulis selama waktu tertentu dalam sehari. Pastikan anda menghindari kegiatan lain selama waktu itu, seperti bermain facebook, chatting dengan teman, dan lain-lain. Alokasikan waktu itu hanya untuk menulis.

2. Tulis Sesuatu Yang Anda Nikmati

Hal ini dapat membantu anda untuk menulis tentang sesuatu di mana anda memiliki pengetahuan yang mendalam tentangnya, atau anda benar-benar menikmatinya. Pilih topik yang anda sukai untuk anda tulis. Hal ini dapat membantu anda dalam menjaga cinta dan gairah untuk menulis. Ketika anda merasa senang dengan apa yang anda tulis, maka insyaAllah anda tidak akan kehilangan fokus dan minat pada proyek menulis anda.

3. Hindari Pemaksaan diri

Tetapkan tujuan yang ingin dicapai. Jangan terlalu banyak pekerjaan. Ketika Anda terlalu lelah, Anda akan cenderung kehilangan minat dalam pekerjaan anda, yang kemudian sulit untuk mengembalikannya. Karena itu, sangat penting untuk mengenali batas kemampuan anda dan mengambil proyek-proyek yang sesuai.

4. Aktif Berkomunikasi dengan Sesama Penulis

Berkomunikasi dengan sesama penulis untuk mengetahui pengalaman dan pendapat mereka, dan anda juga bisa berbagi apa saja dengan mereka. Stay connected dengan sesama penulis dapat membantu anda dalam menjaga motivasi dan menjaga gairah anda untuk menulis. Anda akan merasa lebih mudah untuk mengatasi rasa takut dan frustrasi yang terkadang menimpa anda melalui diskusi yang sehat dan efektif dengan penulis lain. Selain beberapa tips agar anda bisa konsisten menulis, Ada baiknya pula anda mengenali beberapa faktor yang mungkin menyebabkan Anda kehilangan minat dalam menulis. Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin anda alami:

Terkadang, menulis dianggap sebagai pekerjaan yang kuno dan tidak bermanfaat. Penulis sering tidak dipercaya sebagai pekerja keras karena pekerjaan mereka tidak melibatkan kerja fisik. Kreativitas, ketekunan dan usaha keras yang diperlukan untuk mencapai sebuah proyek penulisan sering tidak dipertimbangkan dan diapresiasi. Ini bisa menjadi alasan bagi penulis untuk kehilangan minat dalam pekerjaan mereka.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”― Pramoedya Ananta Toer

0 Komentar Creative Writing - Motivasi Menulis untuk Para Penulis Pemula

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top