Kamis, 03 Maret 2016

Strategi Menanamkan Toleransi Beragama Pada Siswa

Salah satu sikap yang harus benar-benar ditanamkan kepada generasi muda bangsa saat ini, termasuk di dalamnya pelajar dan mahasiswa adalah toleransi dan penghormatan atas perbedaan pendapat. Lingkungan pendidikan, terutama sekolah, pondol pesantren, dan kampus, merupakan lembaga yang memiliki peran utama dalam pembentukan sikap dan karakter bangsa. Baik atau buruknya karakter bangsa ini, sangat ditentukan oleh bagaimana proses pendidikan dijalankan.

Toleransi adalah salah satu nilai dalam pendidikan karakter. Toleransi berarti sikap dan tindakan menghargai, menghormati, dan mengapreasiasi prestasi yang diraih oleh orang lain serta berbagai perbedaan yang ada.

Sikap toleransi dan penghormatan atas perbedaan pendapat ini sangat penting untuk kita aplikasikan terutama dalam konteks keberagamaan kita di Indonesia. Saat ini, umat Islam di negara kita sangat rentan terhadap perp3cahan. Hal ini terlihat dari banyaknya perbedaan di kalangan umat Islam itu sendiri dalam berbagai aspeknya, mulai dari fikih sampai yang menyangkut persoalan teologis.


Kita semakin kesulitan untuk mengidentifikasi manakah Islam yang benar-benar Islam, Islam yang sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah SAW. yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan toleran terhadap segala perbedaan, baik perbedaan yang terjadi di tubuh Islam itu sendiri, maupun dengan non-muslim.

Wawasan yang luas dan sikap dewasa atas sebuah perbedaan sangat penting agar pola pikir kita tidak picik dan sempit, yang gemar mencari kambing hitam. Oleh karenanya, sebagai umat muslim, kita harus cerdas. Penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan perbedaan di kalangan umat muslim, sehingga pada akhirnya kita tidak memjustifikasi salah orang lain tanpa informasi yang lengkap dan analisis yang kuat serta proses verifikasi yang ketat.

Para guru yang mengajar materi pendidikan agama islam baik di sekolah umum maupun sekolah yang berbasis islam harus terus berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi kepada peserta didiknya. Sebagaimana kita tau bahwa islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, di mana hal itu dapat tercapai jika umat islam menjunjung tinggi sikap dan perilaku toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Membudayakan toleransi bisa dimulai dari lingkup kecil seperti di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran seperti diskusi bisa digunakan sebagai pendekatan dalam membudayakan sikap toleransi pada siswa dengan meminta mereka untuk berusaha menghargai pendapat temannya yang berbeda. Apabila siswa telah terbiasa untuk mampu menghargai perbedaan pendapat dalam masalah-masalah dengan skala kecil, maka lama kelamaan mereka pun akan mampu bersikap toleran atas perbedaan dalam skala besar.

Mampu bersikap toleran atas perbedaan pendapat dengan orang lain merupakan salah satu tanda dari kedewasaan seseorang secara emosional. Penulis sendiri sering menjumpai orang yang secara usia sudah bisa dikatakan dewasa tapi sikap dan perbuatannya masih seperti anak kecil yang harus selalu dibenarkan dan dihargai segala ucapannya. Hal ini menunjukkan bahwa menumbuhkan toleransi sebagai salah satu indikator kedewasaan emosi seseorang tidak bisa dilakukan secara instan, namun melalui proses yang panjang.

Kesadaran akan perbedaan dan tidak merasa dirinya yang paling benar dan paling baik di antara yang lain merupakan titik awal bagi tumbuhnya sikap toleransi pada diri seseorang. Tidak mungkin kita bisa memaksakan pendapat atau keyakinan orang lain agar sama dengan kita. Hidup ini indah, bila kita bisa menghargai sesama, saling menolong, dan selalu berusaha untuk memberikan kemanfaatan bagi orang lain.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top