Jumat, 18 Maret 2016

Mengenang Kembali Masa 3 Kerajaan Besar Islam Abad Pertengahan

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang gambaran atau kondisi dunia islam pada abad pertengahan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa islam dibagi menjadi tiga periode besar, yaitu periode klasik, pertengahan dan modern. Islam abad pertengahan dimulai pada tahun 1250 sampai 1800 Masehi atau berlangsung kurang lebih selama lima ratus tahun.

Pada masa pertengahan ini, di satu sisi islam mengalami banyak kemunduran setelah mencapai puncak perkembangannya pada masa klasik. Salah satu indikator kemundurannya yaitu dalam hal kekuasaan wilayah. Pada masa pertengahan ini, kerajaan-kerajaan atau negara-negara islam saling berdiri secara mandiri, tidak lagi berdiri secara utuh seperti pada masa klasik. Hal ini tidak lepas dari berbagai konflik dan perpecahan dalam tubuh islam itu sendiri yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.

Pada abad pertengahan ini, muncul tiga kerajaan besar yang berada di tiga lokasi yang berbeda, yaitu kerajaan Turki Utsmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia, dan Kerajaan Moghul di India.

1. Kerajaan Turki Utsmani atau Ottoman di Turki

Dalam sejarah Islam, Turki merupakan salah satu daerah yang penting. Pada wilayah ini, berdiri sebuah Negara atau kereajaan Islam yang besar, yang memberikan nama baik dan kejayaan Islam pada masa itu, dan masa sekarang. Kendati kemudian, pada akhirnya muncul perubahan-perubahan tatanan nilai Islam yang jauh berbeda dengan apa yang diharapkan ajaran Islam. Di wilayah inilah, beridirnya kerajaan Utsmani atau Ottoman.

Pada abad pertengahan ini, di turki muncullah sebuah kerajaan yang bernama turki utsmani atau yang sering disebut dengan kerajaan ottoman. Kerajaan turki ini untuk pertama kalinya diproklamirkan oleh Utsman pada tahun 1300 masehi. Kerajaan turki utsmani ini berkuasa sekitar 7 abad. Dalam menjalankan roda pemerintahannya, pemimpin kerajaan Turki Utsmani menggunakan dua gelar sekaligus, yaitu khalifah dan sultan. Selama berkuasa 7 abad itu, tercatat ada 37 sultan.

Di kerajaan Turki Utsmani ini, gelar sultan merupakan representasi penguasa dalam hal duniawi, sedangkan khalifah merupakan representasi dari penguasa spiritual. Secara teknis, kalau dalam konteks saat ini, sultan itu seperti MUI yang memiliki kewenangan dalam pemerintahan di mana tugasnya membantu pemerintah melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan keagamaan seperti mengeluarkan fatwa dan sebagainya. Ada juga yang disebut dengan Shadhrul A’zham, yang tugasnya sama dengan perdana menteri sebagai wakit dari pemimpin atau presiden dalam melaksanakan tugas-tugas duniawi.

Pada puncak kekuasaannya, Turki Utsmani merupakan pusat interaksi antara dunia timur dan dunia barat di mana Konstantinopel atau yang sekarang Istanbul menjadi ibukota kerajaan. Kesultanan Utsmaniyah terkenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dengan kekuatan angkatan lautnya.

Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Setelah perang Dunia I berakhir, pemerintahan Utsmaniyah yang menerima kekalahan dalam perang tersebut, mengalami kemunduran di bidang ekonomi.

3. Kerajaan Safawi di Persia

Kerajaan safawi adalah sebuah kerajaan islam yang berada di Persia. Kerajaan safawi ini didirikan oleh dinasti safawi, di mana Syah Ismail Syafawai (Ismail I) sebagai orang pertama yang memproklamirkan berdirinya kerajaan ini pada tahun 907 H (1501 M) di Tbriz dan berkuasa sejak tahun 1501 M – 1524 M.

Kerajaan safawi lahir setelah selama tiga abad Persia dikuasai oleh bangsa Mongol sejak abad ke 12 masehi. Sebenarnya, sebelum Persia dikuasai oleh bangsa Mongol, sudah silih berganti kerajaan Islam yang menguasai daerah ini. Karena sejak tahun 641 Persia sudah dikuasai umat Islam dengan ditandai banyaknya masyarakat yang masuk islam dan meninggalkan agama lama mereka yakni Zoroaster.

Kerajaan Safawi mencapai puincak keemasannya ketika diperintah oleh Syah Abbas (1585 -1628 M). Ia berjasa mempersatukan seluruh Persia, mengusir Portugis dari kepulauan Hormuz, dan nama pelabuhan Gumran diubah menjadi Bandar Abbas sampai sekarang. Syah Abbas juga memindahkan ibukota kerajaan dari Qizwan ke Isfahan.

Kerajaan safawi mulai lemah setelah pemerintahan Syah Abbas berakhir dan digantikan oleh Sultan berikutnya. Kelemahan ini disebabkan karena ada perebuhan kekuasaan. Selanjutnya Persia diperintah oleh Dinasti Zand (1759 – 1794), Diansti Qajar (1794-1925M), dan Dinasti Pahlevi (1925-1979M). Kemudian sejak tahun 1979, sistem kerajaan yang sudah berjalan ribuan tahun itu diganti menjadi sistem republik (demokrasi), dengan nama “Republik Islam Iran”, dengan pemimpin pertamanya yaitu Presiden Abalhasan Bani Sadr.

2. Kerajaan Moghul

Kita tentu tau dengan Taj Mahal yang merupakan salah satu situs keajaiban dunia. Ya, Taj Mahal ini dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan antara 1630-1653 yang berlokasi di Agra, India.

Kerajaan Moghul adalah salah satu kerajaan besar Islam pada abad pertengahanyang menguasai Afghanistan, Balochistan, dan kebanyakan anak benua India antara tahun 1526 – 1857. Pendiri kerajaan ini adalah pemimpin Mongol yang bernama Zahirudian Muhammad Barbur pada 1526 setelah ia mengalahkan Ibrahim Lodi, seorang Sultan Delhi terakhir pada pertempuran pertama Panipat.

Kerajaan Moghul mengalami pertumbuhan pesat di bawah kekuasaan Akbar Khan, dan kejayaan tersbut terus berkembang sampai akhir pemerintahan Aurangzeb. Kerajaan Moghul mulai mengalami kemunduran setelah kematian Aurangzeb pada 1707, meskipun kerajaan ini berkuasa selama 150 tahun berikutnya. Pada 1739, dia dikalahkan oleh pasukan dari Persia dipimpin oleh Nadir Shah. Pada 1756 pasukan Ahmad Shah merampok Delhi lagi. Kerajaan Britania akhirnya membubarkannya pada 1857.

0 Komentar Mengenang Kembali Masa 3 Kerajaan Besar Islam Abad Pertengahan

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top