Kamis, 03 Maret 2016

Komunitas Kajian Proliman (KKP) Ponorogo, Wadah Diskusi Mahasiswa Pecinta Filsafat dan Studi Islam

KKP adalah singkatan dari Komunitas Kajian Proliman, sebuah forum kajian yang dibimbing oleh beberapa dosen di kampus saya, STAIN Ponorogo. Materi-materi yang dikaji di KKP bertemakan seputar filsafat dan studi islam, dengan membedah buku atau pemikiran para intelektual islam, baik masa klasik maupun modern. Komunitas Kajian Proliman Ponorogo merupakan wadah yang sangat tepat bagi para mahasiswa yang haus keilmuan dan suasana diskusi seputar pemikiran. Peserta diskusi biasanya berasal dari mahasiswa STAIN Ponorogo sendiri dan terkadang juga ada mahasiswa kampus lain seperti INSURI juga ikut hadir. Untuk masalah tempat, biasanya menyesuaikan situasi dan kondisi.

suasana-kajian-kkp.jpg

Dulu, KKP memiliki program kajian rutin yang dilaksanakan setiap malam rabu. Biasanya dimulai pukul 20.00 wib sampai sekitar pukul 22.00 wib, sekitar dua jam atau lebih. Waktu yang cukup lama untuk sebuah forum diskusi. Namun karena beberapa hal, sekarang KKP mengadakan kajian pada hari kamis malam jumat dengan waktu yang sama.

Pengalaman saya awal mula saya mengenal KKP dari informasi salah seorang teman sekelas saya. Dia lebih dulu aktif mengikuti kajian-kajian KKP. Biasanya, setelah dia mengikuti kajian, dia menceritakan pengalamannya kepada saya dan teman-teman di kelas. Apa yang dia dapatkan bisa ia jelaskan ulang secara panjang dan lebar. Maklum, dia memang anak yang cerdas dan berjiwa militan tinggi. Akhirnya, saya mencoba untuk ikut kajian dan bertahan sampai sekarang.

Karena teman satu kelas saya tadi berhenti kuliah, maka di kelas saya, hanya tinggal saya sendiri yang aktif mengikuti kajian KKP. Biasanya, setiap hari selasa setelah selesai perkuliahan saya merelakan diri untuk tidak langsung pulang, karena malamnya ingin mengikuti kajian. Setelah kajian selesai, biasanya saya sering tidur di masjid kampus, ya meskipun harus rela mendonorkan darah buat nyamuk-nyamuk nakal.

Selama saya aktif mengikuti kajian di KKP, beberapa tema kajian yang pernah dibahas dan saya ikuti diantaranya filsafat, tasawuf, ushul fikih, teologi atau ilmu kalam, dan yang terakhir sosiologi. Pembahasannya sangat luas dan mendalam karena memang para pemateri benar-benar berkompeten dalam penguasaan sekaligus penyampaian materi. Mereka adalah dosen-dosen pilihan dengan tingkat intelektualitas tinggi.


Di samping beberapa tema keilmuan di atas, ada satu hal yang membuat saya betah di KKP, yaitu kesediaan para dosen pembimbing untuk menceritakan pengalaman hidup serta perjalanan intelektualnya. Banyak sekali hikmah, pelajaran, motivasi, serta inspirasi yang saya dapatkan dari kisah perjalanan hidup mereka. Mereka tidak segan-segan untuk bercengkerama dan berbagi ilmu serta pengalamannya dengan kami. Meskipun di kampus hubungan kami merupakan hubungan antara dosen dan mahasiswa, namun di KKP, kami seperti teman akrab yang bisa ngobrol sana-sini sambil ngopi tanpa ada rasa canggung, dang tentunya dengan suasana yang egaliter.

Mereka adalah para dosen pilihan yang senantiasa rela menemani saya dan teman-teman untuk berdiskusi sampai larut malam. KKP didesain sebagai forum tanpa “kelas” dan tanpa aturan formal yang sifatnya “koersif” layaknya aturan kuliah di kampus. Dalam forum KKP, tidak ada aturan berpakaian, bersepatu, atau yang lainnya. Bahkan selalu dapat kopi gratis sebagai penawar rasa ngantuk.

Di KKP, saya mendapatkan banyak hal yang tidak saya dapatkan dalam bangku kuliah. Saya dapat pengalaman baru, ilmu baru, teman-teman baru, dan jalinan relasi yang lebih intens dengan para dosennya. Bagi saya, semua itu sangat berharga. Meskipun di luar sana banyak yang berkomentar negatif terhadap KKP, bagi saya itu hal biasa. Yang penting saya tidak membalas komentas negatif mereka dengan komentar yang serupa.

Buat para mahasiswa yang berdomisili di Ponorogo dan sekitarnya yang ingin menambah wawasan serta pengetahuannya tentang filsafat dan studi islam, bisa mengikuti kajian rutin yang diadakan oleh KKP ini. Syaratnya hanya satu, yaitu memiliki semangat dan bersungguh-sungguh untuk belajar.

Sedikit pesan moral yang ingin saya sampaikan. Gunakanlah waktu anda sebaik dan semaksimal mungkin, terutama anda yang berstatus sebagai mahasiswa. Jangan pernah berhenti belajar, jangan jadikan akal kalian seperti wadah kosong yang hanya bisa menampung teori-teori dari para dosen. Jadikanlah akal kalian seperti hakim yang tidak mudah menerima segala sesuatu begitu saja.
Luangkan waktu untuk mengembangkan diri, di luar jam kuliah. Ada waktu untuk diskusi, berorganisasi, membaca, dan menulis. Dari semua yang telah anda dapatkan, ciptakanlah sebuah karya yang bermanfaat bagi oranglain. Agar waktu kalian tidak habis digunakan untuk berputar-putar pada teori, tapi tidak pernah melakukan aksi, tidak pernah menelurkan karya apapun. Jadi, mari kita mulai dari diri kita sendiri.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top