Kamis, 24 Maret 2016

Cara Terbaik Menghargai Waktu dalam Islam

Waktu lebih berharga daripada emas, begitulah bunyi pepatah jadul yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Secara tersirat, kita dapat mengambil pelajaran bahwa emas, yang merupakan simbol logam mulia yang sangat berharga bagi manusia, masih kalah berharganya bila dibandingkan dengan waktu. Bahkan, Allah swt. bersumpah atas nama waktu. Sesuatu yang dijadikan objek sumpah oleh Allah swt. berarti sesuatu tersebut sangat berharga. Tak diragukan lagi bahwa menghargai waktu adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita.

Banyak orang yang menyianyiakan waktunya untuk hal-hal yang kosong dan tidak bermanfaat. Sayangnya, perbuatan menyianyiakan waktu yang mereka lakukan itu tidak disadari oleh diri mereka sendiri. Karena sudah terlanjur nyaman dan menjadi kebiasaan.


Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa waktu adalah salah satu nikmat Allah yang sering disia-siakan oleh manusia selain. Manusia sering tidak menyadari betapa berharganya waktu. Hal ini bisa dilihat dari kebiasaan sebagian besar manusia yang membiarkan waktunya berlalu tanpa makna, kosong, tanpa diisi dan dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu yang baik bagi dirinya dan orang lain.

Kebanyakan manusia juga tidak menyadari bahwa setiap detik dari waktu yang ia miliki adalah anugerah yang seharusnya ia syukuri. Setiap detik dalam hidup ini, kita membutuhkan Allah swt. Apa buktinya? Bukankah kita setiap detik kita bernafas? Bukankah setiap detik kita mengedipkan mata? Sudahkah setiap detik kita bersyukur kepada Allah swt.? Itu hanyalah contoh kecil yang menunjukkan bahwa waktu itu sangat berharga.

Dalam Al-Quran surat Al-‘Ashr ayat 1sampai 3, Allah menjelaskan kepada kita tentang pentingnya menghargai waktu. Rugi atau beruntungnya manusia tergantung bagaimana ia memanfaatkan waktunya. Apabila waktunya dimanfaatkan untuk melakukan ama-amal kebaikan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah swt. maka ia termasuk orang yang beruntung, dan begitu pula sebaliknya.

Surat Al-‘Ashr ayat 2 dan 3 menjelaskan bahwa manusia tidak akan mengalami kerugian apabila waktu yang dianugerhakan Allah swt. kepadanya digunakan untuk: Beriman kepada Allah swt, beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran, saling menasehati dalam hal kesabaran.

Iman kepada Allah swt. menjadi landasan pokok yang akan melahirkan amal shaleh. Untuk beriman, tidak ada jalan lain bagi seseorang selain dengan ilmu. Buah dari keimanan kepada Allah swt. adalah amal shaleh, tidak hanya untuk kebaikan dan keberuntungan dirinya sendiri, namun juga untuk orang lain dengan cara mengajak dan menasehatinya.

Sekali melintas, waktu tidak akan pernah kembali. Waktu tidak akan pernah berjalan mundur. Penyesalan demi penyesalan atas kesalahan dan keburukan yang kita lakukan di waktu lampau tidak dapat kita perbaiki kecuali di waktu saat ini. Kita tidak bisa mengubah sejarah hidup kita yang telah terjadi di masa lampau. Kalau kita sering mendengar tentang mesin waktu, itu hanya ada di film-film saja.

Begitu berharganya waktu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita agar hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini, begitu seterusnya. Bila masih sebagai siswa, santri, atau mahasiswa, kita harus benar-benar menggunakan waktu kita untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Sungguh, kemalasan dan menunda-nunda waktu untuk belajar akan membuahkan penyesalan besar di masa depan.

Ada dua kenikmatan yang seringkali kita sia-siakan, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang. Banyak pemuda dan remaja muslim yang gagah, sehat, tubuhnya kekar, semangatnya berapi-api, cita-citanya tinggi, nada bicaranya lantang penuh semangat, dan segudang pesona lain yang dimilikinya, mereka pada umumnya akan mampu mengalahkan para orang tua dalam berbagai aktifitas dan kompetisi, terutama yang berhubungan dengan fisik. Namun di sisi lain, para pemuda dan remaja kalah dengan orang-orang yang lebih tua dalam masalah ruhaniyah atau penataan hati.

Meskipun secara fisik para orang tua lebih lemah, namun mereka banyak yang lebih kuat untuk berdzikir, membaca Al-Qur'an, serta melaksanakan shalat-shalat sunnah dibandingkan dengan para pemuda dan remaja. Padahal jelas secara fisik para remaja tentu mereka mampu untuk melakukannya. Di sinilah rahasianya, rahasia kekuatan seorang mukmin, bukan terletak pada usia mudanya, bukan pula pada kekuatan fisiknya, melainkan pada kekuatan iman di hatinya.

Sudah seharusnya kita senantiasa mengupgrade dan berupaya keras untuk meningkatkan keimanan kita sesuai dengan jalan yang sudah ditunjukkan oleh rasulullah saw dan para ulama’ penerus beliau. Sungguh banyak orang yang dikaruniai kesehatan dan waktu luang yang panjang, namun malah disia-siakan untuk sekedar mencari kesenangan hidup di dunia yang hanya sementara ini.

Seandainya saja kita mampu mengendalikan alam bawah sadar kita lebih dari 50% saja, maka insyaAllah kita bisa menyadari dan mengarahkan setiap detik waktu dan nikmat kesehatan yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kebahagiaan dunia dan akhirat kita. Kenapa setiap detik waktu itu sangat berharga? Karena setiap hembusan nafas yang kita gunakan selama hidup di dunia ini, nantinya akan kita pertanggungjawabkan di pengadilan Allah kelak di hari kiamat.

Sayangnya, kita ini masih tergolong orang-orang yang merugi karena belum mampu mengoptimalkan potensi waktu kita untuk dijadikan sebagai lahan beribadah kepada Allah. Begitu pula dengan kesehatan, kita masih minim kesadaran tentang betapa pentingnya nikmat sehat itu bagi kita. Apalah artinya harta dan uang yang berlimpah tapi jasmani kita tidak sehat, bahkan rohani kita juga tidak sehat.

Oleh karena itu, mari kita terus berupaya untuk menginvestasikan waktu yang kita miliki untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat. Semoga Allah swt. senantiasa memudahkan setiap langkah kita menuju jalan kebaikan yang. Amin...

0 Komentar Cara Terbaik Menghargai Waktu dalam Islam

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top