Cara Penulisan Tanda Koma yang Benar Sesuai EYD

Wikipendidikan - Memahami cara penulisan tanda baca yang benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sangatlah penting dalam dunia kepenulisan. Salah satunya adalah penggunaan tanda Koma. Tanda koma merupakan salah satu tanda baca yang paling banyak digunakan dalam struktur kepenulisan. Kesalahan dalam penempatan koma dapat menimbulkan kesalahan tafsir bagi pembaca. Banyak kesalahan interpretasi terhadap sebuah kalimat atau paragraf hanya karena salah penempatan koma. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah dalam penggunaannya. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama terkait Penggunaan Tanda Koma dalam Bahasa Indonesia secara benar.

cara penulisan tanda koma yang benar, contoh penulisan tanda koma
Beberapa kaidah penting yang perlu dipahami dalam penggunaan tanda koma ialah sebagai berikut:
  1. Tanda koma dipakai untuk merinci bilangan atau kata yang lebih dari dua unsur. Contoh: - Belikan aku sikat, permen, rok0k, dan sabun! - Satu, dua, ... tiga!
  2. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan yang lain yang didahului oleh kata: tetapi, melainkan, dan sedangkan. Contoh: - Saya ingin datang, tetapi hari hujan. - Dia bukan seorang pedagang, melainkan petani.
  3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dengan induk kalimat apabila anak kalimat itu mendahului induknya, khususnya anak kalimat yang didahului kata: ketika, apabila, meskipun, agar, walaupun, karena, dan jika. Contoh: - Karena hari hujan, upacara di lapangan ditunda. - Apabila suara rakyat tidak didengarkan kerusuhan bisa terjadi di mana-mana.
  4. Tanda koma dipakai setelah kata yang menghubungkan antar kalimat, seperti: karena itu, jadi, sementara itu, sebaliknya, dll.. Contoh: - Oleh karena itu, kita harus berhati-hati. - Jadi, buaya termasuk golongan binatang reptil.
  5. Tanda koma dipakai di belakang kata seru seperti aduh, aduhai, oh, ya Tuhan, dll. Contoh: - Aduhai, cantik sekali wajahmu! - Wah, bukan main!
  6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contoh: - Kata Pak Ustad, "Shalat adalah tiang agama." - "Saya gembira sekali," kata Ibu, "karena kamu lulus."
  7. Tanda koma digunakan untuk memisahkan gelar akademik yang diletakkan di belakan nama. Contoh: Ahmad Mujib, S.Pd.
  8. Tanda koma dipakai untuk memisahkan atau mengapit keterangan tambahan. Contoh: - Kebenaran adalah anugerah Allah kepada umatnya, yang melaksanakan amal kebajikan dan menjauhi kemunkaran.
  9. Tanda koma digunakan untuk memisahkan nama dan alamat, bagian-bagian alamat yang ditulis berurutan, dan memisahkan tempat dan tanggal. Contoh: - Aku tinggal di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. - Ponorogo, 1 Juli 2013.
Dengan memahami cara penulisan tanda koma yang benar sesuai EYD di atas, kita akan menyelamatkan pembaca dari kesalahan persepsi dan interpretasi terhadap tulisan kita. Terlebih lagi bagi para akademisi, adalah sebuah keharusan menguasai tentang hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan tanda baca sesuai dengan kaidah penulisan yang telah distandarkan. Demikianlah pembahasan tentang cara penggunaan tanda koma dalam kaidah penulisan Bahasa Indonesia. Baca juga Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber

Referensi: Endang Rumaningsih, Mahir Berbahasa Indonesia (Semarang: RaSAIL, 2009), 98-100.

0 Komentar Cara Penulisan Tanda Koma yang Benar Sesuai EYD

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top