Cara Membuat Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif yang Baik

Wikipendidikan - Masalah pada dasarnya merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya ada/terjadi (das sollen) dengan yang ada/terjadi (das sein). Peyimpangan itu bisa antara teori dengan praktek; antara aturan dengan pelaksanaan; antara rencana dengan pelaksanaan dan lain sebagainya. Masalah dalam penelitian idealnya harus didukung oleh data-data yang valid serta dibangun dalam argumentasi yang jelas mengapa penelitian itu penting untuk dilakukan.

Baca juga:
1. Masalah dalam Penelitian Kualitatif

Masalah dalam penelitian kualitatif sifatnya tentatif, sangat komplek, tidak terukur dan dinamis. Agar lebih memahaminya, baca artikel saya sebelumnya tentang Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Penelitian Kualitatif

2. Persolan Umum dalam Penyusunan Rumusan Masalah Kualitatif

Masih sering ditemui persoalan-persoalan dalam menyusun rumusan masalah untuk jenis penelitian kualitatif di kalangan mahasiswa yang sedang dalam proses penyusunan proposal skripsi. Persoalan umum yang sering muncul dalam membuat rumusan masalah penelitian kualitatif di antaranya:

  1. Rumusan masalah seringkali tidak koheren atau unity dengan tujuan penelitian. Artinya, Rumusan masalah harus koheren dengan tujuan penelitian. Apa yang diuraikan dalam latar belakang masalah yang kemudian dirumuskan dengan kalimat tanya sebagai rumusan masalah, baik secara konseptual maupun realitas empirik, harus selaras dengan tujuan penelitian.
  2. Kurang tajam dalam merumuskan persoalan penelitian. Masih sering kita jumpai mahasiswa yang memilih jenis penelitian kualitatif memiliki daya analisis yang kurang tajam dalam merumuskan masalah yang menjadi kegelisahan akademiknya. Bisa jadi hal ini disebabkan karena terlalu luasnya topik penelitian, kurang dalam melakukan dialog teoritis, atau memang kesulitan dalam hal pengungkapan gagasan ke dalam bahasa tulis.
  3. Apa yang dirumuskan sebagai research question cenderung terlalu luas atau terlalu sempit. Nah, yang satu ini barangkali persoalan paling umum dalam penyusunan rumusan masalah. Kalau tidak terlalu sempit, biasanya rumusan masalah penelitian memiliki cakupan bahasan yang terlalu lebar. Jika terlelu melebar, maka penelitiannya tidak fokus. Sedangkan jika terlalu sempit, terlalu mudah dan tidak layak untuk dilakukan penelitian secara mendalam.
  4. Jawaban dari pertanyaan yang diajukan mudah diterka, tanpa harus dilakukan penelitian sekalipun. Untuk apa diteliti kalau tanpa harus melakukan penelitian pun pertanyaan tersebut sudah diketahui jawabannya? Atau, buat apa meneliti sesuatu yang sudah bisa diketahui jawabannya tanpa melakukan penelitian?
  5. Mismacht atau tidak sesuai dengan judul yang dirumuskan. Entah mengapa, pada umumnya judul penelitian selalu berpengaruh terhadap masalah yang dirumuskan. Jadi, antara judul dan rumusan masalah memang harus nyambung.
3. Tiga bentuk Rumusan Masalah Penelitian

Secara umum terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu:
  1. Rumusan masalah deskriptif
  2. Rumusan masalah komparatif
  3. Rumusan masalah asosiatif
Dari tiga bentuk rumusan masalah di atas, yang dipakai dalam penelitian kualitatif adalah deskriptif dan asosiatif.

Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara holistik, luas, dan mendalam. Sedangkan Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengkontruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang lainnya (simetris (bersamaan), kausal (sebab-akibat), reciprocal (interaktif). Dan Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan anatara konteks sosial yang satu dengan yang lain (digunakan dalam penelitian kuantitatif).

4. Contoh Rumusan Masalah Penelitian dalam bidang Pendidikan
  1. Rumusan masalah deskriptif
    • Bagaimana peran kepala sekolah terhadap kedisiplinan siswa?
    • Bagaimana sikap guru dalam menghadapi beragamnya gaya belajar siswa?
    • Program kegiatan apa sajakah yang dilakukan di sekolah dalam rangka menertibkan sholat siswa? (ex : studi kasus)
  2. Rumusan masalah asosiatif
    • Adakah hubungan antara minat belajar siswa dengan gaya mengajar guru di kelas?
    • Adakah pengaruh antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa?
  3. Rumusan masalah komparatif
    • Apakah ada perbedaan motivasi belajar siswa yang mengalami pembelajaran X dan siswa yang mengalami pembelajaran Y?
    • Apakah ada perbedaan kemampuan menghafal siswa yang belajar dengan metode X dan siswa yang belajar dengan metode Y?
5. Karakteristik Pertanyaan Penelitian yang Baik

Satu hal yang harus diingat baik-baik adalah, rumusan masalah penelitian itu berbentuk pertanyaan. Lantas, seperti apa karakteristik pertanyaan penelitian yang baik? Karakteristik pertanyaan penelitian yang baik adalah sebagai berikut:
  1. CLEAR – Mudah dipahami dan tidak ambigu, alias memunculkan multipersepsi dan multiinterpretasi.
  2. SPECIFIC – Diformulasikan secara spesifik sehingga jelas cakupan jawaban yang diinginkan
  3. ANSWERABLE – Dapat diperkirakan data dan informasi seperti apa yang diperlukan untuk menjawabnya
  4. RELEVANT – Non-trivial dan layak dijawab dengan melihat upaya yang perlu dilakukan untuk menjawabnya
  5. APPROPRIATE – Terkait dengan masalah atau isu yang menjadi perhatian
  6. Kalau jumlahnya lebih dari satu, pertanyaan-pertanyaan penelitian itu akan terkait satu dengan lainnya secara logis sehingga tampak COHERENCE
6. Kesimpulan

Dari pemaparan di atas, tentu sedikit banyak anda telah memahami tentang bagaimana cara membuat rumusan masalah, terutama dalam penelitian kualitatif dengan baik dan benar. Dengan memahami apa yang dimaksud dengan masalah dalam sebuah penelitian, apa saja persoalan-persoalan yang sering muncul dalam membuat rumusan masalah penelitian, bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian, contoh rumusan masalah penelitian dalam bidang pendidikan, serta karakteristik pertanyaan penelitian yang sudah dipaparkan di atas, diharapkan dapat membantu dan memudahkan anda dalam mengerjakan penelitian anda, terutama dalam menyusun rumusan masalah penelitian kualitatif.

Tags: Metodologi Penelitian
Wikipendidikan
Back To Top