Kamis, 03 Maret 2016

20+ Manfaat Menulis Buku Harian yang Jarang Diketahui

Buku harian adalah buku khusus yang berisi catatan mengenai hal atau peristiwa yang dialami oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Buku harian berfungsi sebagai sarana untuk mengabadikan momen-momen berkesan tentang kebahagiaan, kesedihan, kebanggaan, dan lain sebagainya ke dalam sebuah catatan yang tertulis. Buku harian tidak harus berupa buku fisik, namun juga buku elektronik. Contoh buku harian elektronik adalah blog pribadi, website pribadi, dan aplikasi-aplikasi buku harian yang sekarang banyak tersedia di smartphone.

Selain keterampilan menulis semakin lancar, rutin menulis buku harian secara tidak sadar akan meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan dan makna tersembunyi dibalik setiap peristiwa yang terjadi. Perasaan akan menjadi lebih peka terhadap segala situasi dan kondisi di sekitar kita.


Pernahkah anda nonton film yang berjudul The Freedom Writer Diary? Salah satu pesan menarik dalam film tersebut adalah tentang begitu dahsyatnya efek positif dalam menulis diary bagi siswa. Guru perempuan yang sangat sabar dan kreatif telah berhasil merubah pola pikir dan perilaku siswanya yang memiliki track record kriminal dan gemar berbuat anarkhis akibat perbedaan ras dan etnis dengan menyuruh mereka untuk membaca dan menulis diary setiap hari. Mereka diberi kebebasan sebebas-bebasnya untuk mengungkapkan apa saja ke dalam buku diarynya. Dan luar biasa, rutinitas mereka menulis diary menjadi semacam treatment yang pada akhirnya mampu merubah dunia mereka menjadi lebih baik.

Menarik, dari film itu ada banyak pelajaran yang kita petik tentang besarnya manfaat menulis secara rutin di buku catatan harian. Senada dengan yang diungkapkan oleh Alice D. Domar, bahwa menulis di buku harian merupakan salah satu terapi untuk menjaga kesehatan pikiran. Menulis di buku harian merupakan salah satu cara yang positif dalam mengekspresikan emosi dan perasaan yang membebani seseorang karena masalah yang dihadapinya.

Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, masih ada banyak sekali manfaat yang bisa kita petik dari menulis di buku harian secara rutin setiap hari, di antara manfaatnya ialah:

Buku diary anda adalah teman curhat anda, di mana ia menjadi tempat untuk mencurahkan perasaan anda yang mana hal itu akan membantu anda melewati masa-masa sulit dalam hidup anda.

Menulis perasaan anda di buku harian dapat membantu anda ketika anda merasa sedih, galau, merasa tidak dicintai, atau merasa paling bodoh di dunia ini, sementara tidak ada seorangpun yang berkenan mendengarkan anda. Hal ini merupakan bagian dari kecerdasan interpersonal di mana anda bisa menemukan cara untuk mengurangi beban pikiran atau kesedihan dalam hidup anda. Jika anda mampu melakukannya, hal itu akan membangun karakter anda menjadi orang yang tabah dan optimis untuk terus maju dan berkembang.

Buku harian anda adalah tempat anda untuk menuliskan rasa amarah, harapan, ketakutan, atau mungkin kecemburuan.


Buku harian bagaikan sebuah ruangan yang dapat anda datangi kapan saja apabila anda ingin menggali berbagai keanehan diri anda sendiri. Ia juga menjadi tempat untuk menyendiri tanpa ada yang mengawasi.

Buku harian anda merupakan tempat yang aman untuk menyimpan rahasia-rahasia tentang mimpi-mimpi anda. Mungkin juga bisa menjadi tempat untuk mencurahkan ungkapan-ungkapan cinta nan romantis kepada orang yang menjadi pujaan hati anda tanpa harus khawatir ditolak olehnya.

Buku harian bisa menjadi gudang yang menampung khayalan-khayalan anda yang mana dengan menuliskannya dapat membantu anda memimpikan dan menemukan berbagai cara untuk meraih cita-citata, eh cita-cita maksudnya.

Buku harian adalah tempat yang sangat efektif sebagai laboratorium untuk mengasah dan mengembangkan keterampilan menulis. Tempat untuk menuangkan gagasan-gagasan dan ide-ide kreatif anda. Alhasil, banyak buku, novel, cerpen, kumpulan puisi, dan biografi yang lahir dari sebuah diary.

Menulis buku harian bisa dimulai dengan menuliskan kegiatan kita sehari-hari. Baik itu kegiatan di sekolah, kampus, dan di mana saja yang sekiranya berkesan bagi kita.


Siapkan satu buku khusus untuk menulis diary. Simpan dan jaga baik-baik buku itu sebagai dokumen rahasia tentang diri anda. Berusahalah untuk seistiqomah mungkin dalam menulisnya. Anda bisa membawanya kemana saja anda pergi agar sewaktu-waktu bisa mencurahkan peristiwa-peristiwa berkesan yang baru saja anda alami saat itu juga.

Bagi para pelajar, rutinitas menulis catatan di buku harian merupakan salah satu cara memupuk dan mengembangkan keterampilan menulis mereka. Mengingat saat ini budaya tulis di kalangan pelajar masih sangat minim. Selain karena faktor rendahnya minat baca, kurangnya motivasi dari guru bagi siswanya untuk mengasah keterampilan menulisnya juga merupakan salah satu faktor penghambat mengapa tradisi menulis para pelajar kita masih rendah. Meminta siswa untuk rutin menulis diary merupakan salah satu cara simple yang bisa dilakukan guru dalam meningkatkan budaya tulis-menulis mereka sebagai bagian dari strategi pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah.

Dengan rutin menulis setiap hari, maka secara otomatis kemampuan menulis akan semakin meningkat. Bila menggunakan perangkat komputer, kecepatan mengetik pun akan semakin cepat, hingga bisa menguasai cara mengetik sepuluh jari dengan mudah.

Catatan yang ditulis dalam buku harian, dapat menjadi bahan refleksi hidup, apakah yang selama ini kita lakukan benar atau salah, pantas atau tidak, bermanfaat atau merugikan, dan seterusnya. Pengalaman-pengalaman hidup yang kita tulis di buku harian akan menjadi cermin untuk memperbaiki diri.

Saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menulis. Sebab menulis merupakan sebuah keterampilan berbahasa yang bisa dipelajari siapa saja tanpa memerlukan suatu bakat yang istimewa dalam dirinya. Seseorang yang ingin memiliki keterampilan menulis dengan baik, sudah tersedia berbagai metodologi, teori, dan seperangkat pengetahaun lain yang kesemuanya itu apabila dipelajari dengan tekun dan istiqomah insyaAllah akan mengantarkannya menjadi seorang penulis yang hebat.

Menulis itu sederhana saja. Yaitu mengekspresikan apa yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan ke dalam bentuk tulisan. Kita punya akal untuk berpikir, dan kita punya hati untuk merasakan. Entah itu rasa senang atau sedih, semuanya bisa kita tuangkan ke dalam sebuah tulisan. Rasa rindu pada kekasih atau orang tua misalnya, bisa anda sulap menjadi kata-kata yang begitu indah dan menyentuh hati. Dan masih banyak lagi perasaan-perasaan yang bisa diungkapkan melalui sebuah tulisan. Apabila anda menulis dengan penuh perasaan dan penghayatan, maka yang membaca pun akan menikmati tulisan anda dengan penuh perasaan.

Selain dengan perasaan, kita punya satu alat lagi yang namanya akal. Dengan akal inilah kita bisa berpikir dan berimajinasi. Segala sesuatu yang kita teliti dan kita amati bisa kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Setiap yang terlihat oleh mata, sampai detil yang paling kecil sekalipun, bisa menjadi cahaya inspirasi bagi tulisan kita.

Dengan berimajinasi, kita dapat terbang melayang dengan pikiran kita. Menjelajahi tempat-tempat indah, atau menggambarkan keunikan-keunikan yang sama sekali belum pernah terlihat oleh mata kita. Semua imajinasi itu akan menjadi sesuatu yang menakjubkan bagi banyak orang yang membaca deskripsi yang kita buat.

Jadi, menulis itu sederhana, bukan? Dengan semakin sering berlatih menuliskan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan, atau mungkin yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain seperti teman, kerabat, atau keluarga, maka keterampilan kita dalam mengolah kata-kata akan terus meningkat. Dan salah satu jalan yang bisa kita tempuh yaitu dengan rajin menulis diary. So, Jangan pernah berhenti dan malas untuk terus membaca dan belajar.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top