Kamis, 24 Maret 2016

Berbohong yang Ditolerir

Berbohong yang Ditolerir
Oleh: Ahmad Syafii SJ.

Bolehkah berbohong kepada pasangan (Suami/istri) dengan maksud menjaga kemesraan atau menambah rasa sayang dan cinta? Demikian pertanyaan via SMS yang kuterima tadi.

Sejauh yang saya ketahui, pada prinsipnya berbohong itu dilarang, bahkan ada yang mengkategorikan sebagai dosa besar manakala mengandung bahaya yang tdk dapat ditolerer lagi menurut pengadatan. Namun, dalam kasus tertentu, bohong itu bisa ditolerir. Adapun bohong yang ditolelir dalam Islam itu hanya menyangkut tiga hal, dengan tiga tingkat.



Pertama, ada bohong atau dusta yang hukumnya wajib, yaitu kebohongan yang dilakukan oleh seseorang untuk melindungi orang yang terancam kedhaliman. Sebagai contohnya, saat perang gerilya dulu, ada tentara republik yang sedang sembunyi di dalam rumah. Pada saat Belanda datang mencari tentara tadi, dia mengatakan tidak tahu. Perlindungan terhadap tentara republik yang sedang terancam jiwanya hukumnya wajib. Sebab yang dicari adalah orang teraniaya (madhlum) dan yang mencari adalah penganiaya (dhalim).

Kedua, bohong yang hukumnya sunnah. Misalnya, ingin mendamaikan dua orang yang sedang sengketa. Dia tahu sebenarnya masing-masing pihak tidak ingin berdamai, tetapi dia berbohong -karena tidak ada jalan lain- dan mengatakan bahwa masing-masing sebenarnya ingin berdamai, tapi belum tahu caranya atau malu memulai. Akhirnya direkayasa dengan berbagai cara agar mereka bertemu dan berdamai. Jika bohongnya memang dimaksudkan untuk mendamaikan keduanya, jumhur ulama mengatakan sunnah.

Ketiga, ada bohong yang hukumnya boleh (jawaz), misalnya bohongnya suami pada istri dengan maksud menjaga kemesraan atau menambah rasa sayang dan cinta. Seorang suami yang sedang tugas kantor beberapa hari ke luar kota misalnya. Sepulangnya dari tugas, ia mengatakan pada istrinya: "Sayangku, selama berada di luar kota saya sering tidak bisa tidur karena selalu ingat kamu. Makan juga tidak enak karena makanannya tidak seenak masakan kamu....". Dalam kasus ini, ia boleh berbohong karena tujuannya ingin menyenangkan pasangan. Meskipun demikian, jangan dijadikan kebiasaan yaaaa...! [Lihat Ihya', juga Is'adur Rofiq....]

0 Komentar Berbohong yang Ditolerir

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top