Minggu, 06 Maret 2016

5 Pilar Pendidikan Menurut UNESCO

UNESCO merekomendasikan 5 Pilar Pendidikan untuk dijadikan sebagai prinsip dalam proses pelaksanaan pembelajaran. UNESCO merupakan sebuah organisasi yang berada di bawah naungan PBB yang berdiri 14 November 1946 dan secara khusus menangani berbagai permasalahan di bidang pendidikan sekaligus ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Berikut penjelasan sederhana dari 5 pilar pendidikan tersebut:

1. Learning to Know

Learning to know dalam bahasa Indonsia berarti Belajar untu tahu. Yang dimaksud tahu bukan “tahu” saudaranya tempe, tapi tahu yang bermakna mengerti atau mengetahui. Learning to know bisa dimaknai bahwa belajar merupakan proses perjalanan dari tidak tahu menjadi tahu. Dengan materi atau informasi yang anda dapatkan, anda menjadi tahu tentang hal yang sebelumnya tidak anda ketahui.

Lebih dari itu, Learning to Know tidak hanya proses belajar agar anda mengetahui dan memiliki informasi yang anda simpan di memory ingatan otak saja, namun anda juga memahami makna dibalik informasi-informasi (baca: materi ajar) tersebut.

Anda tidak hanya mengetahui apa yang seharusnya diketahui, tapi juga secara sadar mengetahui bagaimana cara mengetahui apa yang seharusnya anda ketahui tersebut.

Dengan learning to know, kemampuan menangkap peluang untuk melakukan pendekatan ilmiah diharapkan bisa berkembang yang tidak hanya melalui logika empirisme semata, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai spiritual.


2. Learning to do

Learning to do adalah konsekuensi dari learning to know. Setelah anda tahu banyak informasi dan banyak teori, apa yang akan anda lakukan dengan semua itu? Apakah akan anda biarkan saja menggunung dalam otak anda? Tentu saja tidak. Anda harus berbuat, menghasilkan sebuah karya dengan bekal keterampilan tertentu yang secara teoritis sudah anda dapatkan melalui proses learning to know. Intinya, learning to do ini berkaitan dengan keterampilan kerja sekaligus terus berpikir kreatif mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori yang mendasarinya.

3. Learning to be

Larning to be secara implisit bermakna bahwa anda harus mampu menjadi diri anda sendiri di tengah kehidupan anda yang tidak lepas dari ketergantungan dan kerja sama dengan manusia lainnya. Anda harus menjadi manusia yang memegang teguh prinsip dan nilai yang telah anda pilih untuk diri anda sendiri. Dengan begitu, anda tidak akan hanyut dan terombang-ambing diterpa ombak globalisasi.

4. Learning to live together

Learning to live together ini mengajarkan anda dan semua orang untuk hidup bermasyarakat dan menjadi manusia berpendidikan yang bermanfaat baik bagi diri sendiri dan masyarakatnya maupun bagi seluruh umat manusia.

Proses interaksi yang anda lakukan dalam bermasyarakat baik antar individu dalam masyarakat atau dalam kelompok-kelompok tertentu yang ada dalam masyarakat, akan memberikan anda sebuah pemahaman tentang pluralitas. Dari situ anda akan belajar toleransi dan menghargai setiap perbedaan di setiap sisi kehidupan. Karena dalam hidup ini, keanekaragaman dan perbedaan merupakan sebuah keniscayaan.

5. Learning how to learn

Kesuksesan bisa diraiah apabila anda tidak pernah berhenti untuk belajar. Learning how to learn mengajarkan konsep Long life education. Bahwa belajar adalah bagian dari proses panjang kehidupan manusia sampai ajal menjemputnya.

Ketika anda telah lulus dari sekolah atau perguruan tinggi, bukan berarti proses belajar anda telah selesai. Selama anda masih diberi waktu untuk hidup, anda harus terus belajar dan belajar.

Masyarakat menjadi tempat anda belajar sepanjang hayat. Dalam hidup bermasyarakat, anda tentu akan menemui berbagai macam permasalahan yang lebih kompleks. Permasalahan-permasalahan tersebut menghendaki berbagai strategi kreatif, inovatif, efektif, serta efisien sebagai solusinya. Anda harus menjadi manusia yang peka, kritis, dan analisis dalam membaca berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat.

Itulah 5 pilar pendidikan versi UNESCO yang bisa anda jadikan prinsip dalam proses pembelajaran. Anda bisa mengembangkan masing-masing pilar dengan membaca berbagai referensi yang lain. Bisa dikorelasikan dan dikontekstualisasikan dengan teori-teori pendidikan baik pendidikan umum atau pendidikan islam yang berdasarkan pada Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top