5 Cara Efektif Memotivasi Semangat Belajar Siswa di Kelas

Wikipendidikan.com - Salah satu tugas yang paling penting dari menjadi seorang guru adalah belajar bagaimana untuk memotivasi siswa Anda. Siswa yang tidak termotivasi tidak akan mau belajar atau menyimpan informasi yang disampaikan guru ke dalam otak mereka. Mereka juga menahan diri untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang sifatnya kurikuler.

Guru memainkan peran penting dalam membentuk perilaku siswa dan keterlibatan terjadi di dalam kelas. Pilihan yang dibuat oleh seorang guru bisa mendatangkan dampak positif pada siswa. Siswa terganggu karena berbagai alasan, sementara memotivasi siswa tersebut dapat menjadi tugas yang menantang, dan imbalan yang lebih dari layak kesulitan tersebut.

Seperti yang dilansir oleh careerindia.com, berikut ini lima cara yang efektif yang bisa anda lakukan untuk memotivasi siswa agar mereka bersemangat belajar:

1. Merangsang siswa agar aktif dalam proses pembelajaran

Salah satu cara terbaik untuk memotivasi siswa dan untuk membuat mereka menjadi sosok pribadi yang bertanggung jawab adalah dengan mengupayakan agar mereka berpartisipasi secara aktif dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung.

Hal itu bisa dilakukan dengan cara-cara seperti:
  • Meminta siswa untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang sifatnya menyenangkan agar mereka tertarik.
  • Membuat mereka bekerja dalam kelompok dan menetapkan masing-masing tugas atau peran dari tiap anggota kelompuk.
  • Memberi mereka rasa memiliki kelas sepenuhnya, di mana hal itu mendorong untuk berpartisipasi secara aktif di kelas.
Siswa cenderung merasa lebih antusias belajar jika mereka merasa pekerjaan mereka diakui dan dihargai. Mereka berusaha mencari pengakuan dari guru dan umpan balik positif. Penting bagi guru untuk terlibat komunikasi dengan siswa. Guru harus berusaha mengenali karakteristik masing-masing siswanya. Sebuah kelas yang ramah di mana siswa merasa didengar dan dihormati akan membuat mereka lebih bersemangat untuk belajar.

2. Memberikan mereka Reward

Terkadang, guru harus rela memberikan atau berkorban sesuatu untuk siswanya demi memotivasi agar mereka semangat belajar. Namun reward itu tidak harus berupa barang atau sesuatu yang berharga. Tepuk tangan, pujian, dan respon yang baik termasuk reward yang membuat siswa merasa ada dan dihargai sehingga mereka lebih termotivasi untuk semangat belajar. Ke depannya, siswa secara secara sadar memotivasi dirinya sendiri.

3. Jangan menggunakan metode mengajar yang monoton

Beberapa hal yang bisa anda lakukan adalah:
  • Hindari nuansa monoton dalam kelas dengan mengubah struktur kelas dan metode mengajar Anda. Yaitu dengan mengubah posisi tempat duduk siswa dan menggunakan variasi metode mengajar. Ada banyak posisi tempat duduk yang bisa dipilih, ada model U, V, Melingkar, dan sebagainya. Begitu pula dengan metode mengajar, ada banyak sekali.
  • Mendorong siswa secara bergantian untuk mendiskusikan materi dengan alat bantu visual dan video atau audio-visual. 
  • Membuat suasana kelas menjadi lebih menarik dengan menggunakan poster, model, proyek dan tema musiman untuk menciptakan lingkungan yang merangsang semangat belajar siswa.
4. Mengkontekstualisasikan apa yang dipelajari dengan fakta di lapangan

Hal ini penting untuk menarik hubungan antara hal-hal yang diajarkan di sekolah dan relevansinya dengan kehidupan nyata. Jika seorang siswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari tidak penting, tentu mereka tidak bersemangat untuk mempelajarinya. Anda bisa menjelaskan apa manfaat pelajaran pada hari itu bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Siswa yang termotivasi akan bersemangat dalam belajar dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Mengajar di kelas dengan kondisi siswa yang penuh semangat dan antusias tentu menjadi hal yang menyenangkan bagi kedua belah pihak (guru dan siswa). Seorang guru yang hebat adalah ia yang dapat menciptakan suasana belajar menyenangkan dan mampu mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri setiap siswanya. Itulah mengapa motivasi belajar siswa sangat penting dalam meraih kesuksesan dalam pencapaian tujuan belajar mengajar.
Wikipendidikan
Back To Top