Selasa, 23 Februari 2016

Yuk, Belajar Jadi Pendengar yang Baik

Dalam rutinitas keseharian yang kita jalani, kita selalu bersinggungan dengan orang lain. Di sekolah, kampus, atau di tempat kerja, kita selalu terlibat interaksi dengan orang-orang di sekeliling kita. Itulah mengapa manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuang dari yang lainnya.

Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita tentu tidak hanya berperan sebagai pembicara, tapi juga pendengar. Sayangnya, ada banyak orang yang belum mampu menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicaranya. Mengapa? Karena mendengarkan itu tidak semudah yang kita bayangkan. Ada seni dan keberanian tersendiri agar kita menjadi pendengar yang baik bagi orang yang sedang berbicara atau menceritakan masalahnya kepada kita.

Tentu anda pernah merasa tidak nyaman saat menceritakan suatu masalah atau pengalaman anda kepada seseorang bukan? Ya, bisa jadi dia bukan termasuk pendengar yang baik. Sebab seorang pendengar yang baik akan membuat orang yang sedang berbicara kepadanya merasa nyaman dan dihargai.

Apakah anda termasuk pendengar yang baik? Coba evaluasi diri anda! Salah satu indikasi yang menunjukkan bahwa anda termasuk pendengar yang baik adalah banyak teman yang sering menceritakan masalahnya atau sekedar berbagi pengalaman hidupnya kepada anda. Sebab mereka merasa nyaman dengan anda. Terkadang seseorang membutuhkan teman yang mereka anggap nyaman sebagai tempat untuk menceritakan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Terkadang orang menceritakan masalah atau pengalamannya kepada orang lain dengan maksud agar merasa ada yang memperhatikan atau ada yang mendengarnya. Ada juga yang memang membutuhkan saran dan bahkan bantuin dari orang yang diceritainya. Ketika mereka memilih anda sebagai partner untuk diajak bicara, itu merupakan pertanda anda termasuk seorang pendengar yang baik.

Budaya durhat-curhatan ini lazim kita jumpai antar teman sekolah atau kampus. Biasanya, masa-masa sekolah merupakan masa pencarian idenditas diri dari seorang remaja yang mulai beranjak dewasa. Oleh karena itu, biasanya mereka akan mencari seorang teman yang dianggap sebagai pendengar yang baik untuk mencurahkan segala permasalahannya.

Tentu kita ingin menjadi pendengar yang baik bukan? Ya setidaknya hal itu merupakan cara kita melatih diri untuk berbagi simpati dan empati kepada orang lain. Bagaimana agar kita menjadi pendengar yang baik? Berikut ini beberapa caranya:

1. Melakukan kontak mata dengan lawan bicara

Lakukanlah kontak mata dengan lawan bicara anda. Meskipun terlihat sepele, tapi hal itu sangat penting dilakukan ketika kita terlibat dalam interaksi fisik. Inilah yang saat ini mulai terkikis akibat adanya Ponsel. Karena sebagian besar orang tak sanggup lagi berpisah dengan ponselnya, bahkan saat berinteraksi secara langsung dengan orang lain pun masih sempat sibuk bermain dengan ponselnya.

Saat teman anda curhat kepada anda, melakukan kontak mata dengannya merupakan sikap yang menunjukkan bahwa anda peduli dan tulus mendengarkan pembicaraannya. Bahasa mata anda menununjukkan bahwa anda benar-benar apa yang dibicarakannya. Jangan mendengarkan lawan bicara anda sambil bermain-main dengan ponsel anda.

2. Hindari menyela pembicaraan

Saat teman anda sedang bicara, usahakan untuk tidak menyela pembicaraannya. Tunggu sampai dia selesai mengungkapkan apa yang ingin dikatakannya. Baru setelah itu silahkan anda memberi respon sesuai dengan perkataannya. Apakah dia ingin saran kritikan, atau yang lainnya.

3. Fokuslah pada apa yang dia bicarakan

Ketika ada teman yang sedang curhat tentang masalah yang cukup serius, perhatikan baik-baik setiap perkataan yang keluar dari mulutnya. Tunjukkan rasa simpati anda atas permasalahan yang sedang ia hadapi. Meski tidak dapat membantu dengan tindakan nyata, setidaknya anda sudah menunjukkan rasa simpati kepadanya.

4. Respon yang relevan

Jika dia ingin meminta anda untuk memberikan saran, berikanlah seperlunya dengan cara penyampain yang baik. Jangan sampai saran yang anda berikan justru memperburuk keadaannya. Kalau dia memang ingin sekedar curhat tanpa meminta saran apa pun dari anda, cukuplah tunjukkan sikap bahwa anda menghargai dan menghormatinya.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa anda praktekkan sebagai bagian dari proses belajar menjadi pendengar yang baik. Menjadi seorang pendengar yang baik tidak hanya perlu dalam konteks hubungan antar teman sebaya, namun juga dalam hubungan guru dan murid serta anak dan orang tua.

Sebagai seorang siswa atau mahasiswa, merupakan sebuah kewajiban bagi anda untuk menjadi pendengar yang baik atas materi yang disampaikan oleh guru atau dosen anda. Tentu guru dan dosen akan senang jika menghadapi kondisi kelas yang kondusif, di mana para siswa dan mahasiswanya fokus terhadap apa yang disampaikan. Guru dan dosen pun semangat dan merasa dihargai sehingga proses transformasi nilai dan pengetahuan bisa berjalan dengan lancar.

Terlebih lagi dalam keluarga, yakni dengan kedua orangtua kita. Dengarkan baik-baik nasehat dan perkataan mereka. Selama hal itu baik, jangan bersikap acuh dan terkesan menolak apa yang mereka sampaikan.

Belajar menjadi pendengar yang baik sangat penting dalam kehidupan kita. Dan hendaknya hal itu kita tanamkan sejak dini. Ketika seseorang mampu menjadi pendengar yang baik bagi siapa saja lawan bicaranya, maka hal itu menandakan bahwa ia telah dewasa atau matang secara psikologis. Nah, sudah siapkah anda menjadi pendengar yang baik? Yuk mulai dari sekarang...
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top