Tips Sukses Mengerjakan Skripsi Agar Selesai Tepat Waktu dengan Hasil yang Baik

Tips Sukses Mengerjakan Skripsi Agar Selesai Tepat Waktu dengan Hasil yang Baik

Skripsi adalah tugas akhir bagi mahasiswa program strata satu (S1) sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar sesuai dengan bidang keilmuan yang diambil. Tentunya merupakan kebahagiaan tersendiri ketika mahasiswa sudah semester akhir dan memprogram skripsi, sebab hal itu pertanda bahwa kelulusan sudah di depan mata dan gelar sarjana segera disandangnya. Namun ada juga yang masih galau karena memiliki hutang mata kuliah yang tidak lulus dan mau tidak mau harus menunda kelulusannya bersama teman-teman seangkatannya.

Ada beragam persepsi yang muncul dalam benak mahasiswa ketika ia mulai memasuki masa-masa pengerjaan skripsi. Banyak mahasiswa yang merasa takut dan khawatir dengan skripsi. Ketakutan itu bisa disebabkan oleh persepsi mereka tentang kesulitan dalam mengrjakan, mendapat dosen pembimbing yang killer, administrasi kampus yang berbelit-belit, kesulitan mencari judul, penolakan terhadap judul yang diajukan, kekhawatiran akan sulitnya mencari bahan referensi, dan pacar yang sudah ngebet pengen segera dinikahi.


Setiap mahasiswa tentu mengharapkan agar skripsinya selesai tepat waktu dengan nilai yang memuaskan. Namun faktanya, harapan itu seringkali tak tergapai karena banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Beberapa kendala yang biasanya dihadapi mahasiswa yang telah memprogram skripsi namun tidak selesai-selesai ialah sebagai berikut:

1. Manajemen waktu yang buruk

Waktu itu sangat berharga. Kebiasaan buruk sering menunda-nunda suatu pekerjaan akan berakibat fatal bagi pekerjaan itu. Begitu pula dengan skripsi, jika proses pengerjaannya ditunda-tunda terus, maka sudah bisa dipastikan skripsinya akan molor.

2. Tidak fokus

Biasanya, mahasiswa tidak fokus mengerjakan skripsi karena masih banyak aktifitas lain yang harus dikerjakan. Seperti mereka yang nyambi kerja sejak awal menjadi mahasiswa sebagai biaya tambahan perkuliahan atau mungkin sudah menikah dan harus mencukupi kebutuhan keluarganya.

3. Stress dan putus asa

Skripsi yang terlalu sering dicoret-coret oleh dosen pembimbing karena banyaknya kesalahan, baik pada kualitas isi maupun aspek penulisan, bisa menjadi faktor penyebab mahasiswa stress dan mutung untuk melanjutkan skripsinya.

4. Tergoda si Pacar

Pacar bisa menjadi partner yang positif, bisa juga menjadi partner yang negatif. Apabila pacar merupakan partner yang positif, ia akan berkontribusi aktif memberi suntikan-suntikan semangat sama kamu agar fokus mengerjakan skripsi agar kamu bisa segera memboyongnya ke pelaminan. Jika pacar kamu manja dan selalu ingin belaian dari kamu, maka dia bisa menjadi penghambat kamu untuk segera menyelesaikan skripsimu. So, artinya kamu salah pilih pacar sob.
Kemalasan

Faktor malas memang sulit diobati. Sama seperti kebiasaan kalau kamu tidur pagi setelah subuh, sangat sulit untuk menyembuhkan hal itu. Sudah pasti kalau kamu malas, maka skripsimu tidak akan selesai-selesai. Kamu harus berani keluar dari zona nyamanmu selama ini dan berubah menjadi mahasiswa yang penuh semangat dan mampu mengobarkan api motivasi dari dalam diri sendiri. Ingat, umur sudah semakin tua dan orangtua sudah pengen nggendong cucu, masih pantaskah kamu malas-malasan?

Nah, itulah kendala umum yang biasanya dihadapi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Apabila kendala-kendala di atas bisa diatasi, insyaallah skripsi bisa selesai tepat waktu dan target hidup selanjutnya bias segera tercapai. Bagaimana solusi menghadapi berbagai kendala di atas? Berikut ini Tips Sukses Mengerjakan Skripsi Agar Selesai Tepat Waktu dengan Hasil yang Baik.

1. Pilihlah masalah yang kamu kuasai dan sukai

Skripsi termasuk karya tulis ilmiah, di mana penulisan skripsi itu harus didasari oleh latar belakang masalah yang menjadi alasan mengapa masalah itu perlu dan penting untuk kamu teliti. Misalnya skripsi pendidikan, maka yang diteliti juga masalah-masalah dalam dunia pendidikan. Jangan terlalu menetapkan standar tinggi untuk skripsimu. Pilih saja topik yang memang kamu benar-benar menguasainya. Alhasil, nantinya kamu tidak akan menemuai banyak kesulitan saat mengerjakannya.

2. Strategi mencari judul skripsi

Mencari judul skripsi itu gampang-gampang susah. Banyak teman-teman saya yang harus bolak-balik berkali-kali mengajukan judul karena ditolak terus. Pasalnya judul skripsi itu menentukan isi di dalamnya, dan permasalahan yang kita teliti tidak boleh sama dengan yang pernah diteliti oleh kakak kelas kita. Itulah sebabnya kita perlu memiliki gambaran tentang judul skripsi sejak awal-awal menjalani perkuliahan.

Strategi mencari judul skripsi yang pertama adalah search dulu di internet dengan kata kunci sesuai tema dan topik yang kamu inginkan. Atau bisa juga kamu ketik kata kunci seperti “kumpulan judul skripsi pendidikan” di Google jika kamu mahasiswa jurusan pendidikan. Setelah ketemu, nanti kamu bisa memodifikasi judul-judul itu menjadi unik.

Rajin-rajinlah pula untuk berkunjung ke perpustakaan dan ruang penyimpanan skripsi mahasiswa yang sudah lulus. Di situ kamu akan menemukan banyak inspirasi terkait judul skripsimu. Usahakan untuk menyiapkan judul lebih dari satu, agar nantinya kalau judul kamu ditolak, kamu masih punya judul cadangan yang bisa langsung kamu ajukan kepada pihak kampus.

Banyak-banyaklah sharing dengan mahasiswa-mahasiswa yang sudah senior terkait dengan topik judul skripsi yang kamu pilih. Sedikit banyak mereka akan berkenan membantu dan mengarahkan kamu sehingga kamu benar-benar memahami judul dan arah pembahasan skripsimu.

3. Tentukan target

Tentukan target dalam proses pengerjaan skripsimu dan berusahalah semaksimal mungkin untuk mencapai target itu. Misalnya satu bab harus selesai dalam waktu satu minggu, maka kamu harus benar-benar fokus dan kerja keras untuk mencapai target itu. Tapi ya jangan lantas menetapkan target yang tidak realistis. Pastikan target yang kamu tentukan sesuai dengan kapasitas kemampuan kamu sehingga dalam pencapaiannya tidak ada unsur tergesa-gesa yang mengakibatkan kamu mengerjakan skripsi dengan asal-asalan.

4. Turuti dosen pembimbing

Dosen pembimbing menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas skripsi dan waktu yang kamu butuhkan untuk mengerjakannya. Dengarkan dan laksanakan segala yang disarankan oleh si dosen pembimbing. Bersabarlah atas coretan-coretan di atas kertas skripsimu walau kamu sudah berusaha bekerja dengan baik dan mengeluarkan uang banyak untuk biaya ngeprint. Memang begitulah pekerjaan dosen pembimbing. Kalau kamu sering ngeyel dan membuat dia illfeel sama kamu, percayalah proses pembimbingan skripsimu biasanya akan dipersulit dan kamu tidak akan bisa segera berbulan madu dengan anak calon mertua kamu.

Itulah secuil Tips Sukses Mengerjakan Skripsi Agar Selesai Tepat Waktu dengan Hasil yang Baik. Tenanglah, berbagai kesulitan yang mungkin kamu alami saat skripsi itu hanya sementara saja. Semua akan berlalu dan menjadi kenangan yang akan kamu tertawakan di masa depan. Memang segala sesuatu ada resikonya. Dan dibutuhkan perjuangan, keuletan, serta kesabaran untuk meraih tujuan yang menjadi cita-cita besar dalam hidup kita. Skripsi hanyalah bagian kecil dari perjalanan yang harus kita lewati sebagai mahasiswa agar lulus kuliah. Di depan sana, jalan masih panjang dan berliku, di mana kita membutuhkan lebih banyak berkorban tenaga, fikiran, dan biaya untuk menghadapinya.

Saya sering dicurhati teman-teman yang sudah lulus kuliah tapi justru hidupnya lebih terombang-ambing dalam ombak ketidakjelasan, terutama masalah pekerjaan. Di satu sisi, dia ingin pekerjaan yang baik dengan gaji yang tinggi sesuai dengan gelar kesarjanaannya. Tapi di sisi lain, keinginan memang jarang sejalan dengan harapan. Lapangan pekerjaan semakin sempit dan tingkat kompetisi semakin tinggi. Akhirnya hanya bisa berusaha terus sebisa mungkin sambil memohon kepada Tuhan yang terbaik untuk dirinya.

Baca juga
Wikipendidikan
Back To Top