Senin, 01 Februari 2016

Tips Bijaksana Menjawab Pertanyaan dari Siswa

Ada banyak hal yang terkadang membuat kita sebagai guru merasa galau ketika melaksanakan proses mengajar. Hal-hal yang menggalaukan itu bisa muncul dari siswa, lingkungan sekolah, atau dari diri kita sendiri sebagai seorang guru. Guru harus berwawasan luas dan memiliki pengetahuan yang benar-benar mendalam atas materi yang akan disampaikan kepada siswanya. Maka dari itu, sangat penting bagi guru sebelum mengajar agar belajar dan mendalami materi yang akan diajarkan. Selain sudah merupakan tugas dari seorang guru, juga mengantisipasi berbagai pertanyaan dari para siswa. Seorang guru tidak boleh egois dan sok tau segala hal terhadap siswanya. Guru bukanlah manusia yang tau segalanya. Untuk itulah guru harus bijaksana dalam merespon pertanyaan-pertanyaan dari siswanya.

Siswa bukanlah makhluk statis layaknya benda mati yang hanya bisa pasrah diapakan saja. Namun mereka manusia normal yang penuh rasa ingin tahu dan mungkin menyimpan segunung pertanyaan di otaknya. Terkadang mereka mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang tak terduga kepada guru sampai-sampai si guru tidak bisa menjawabnya. Kejadian seperti ini tentu sering anda alami apabila anda berkutat dalam dunia pendidikan, baik yang formal maupun non-formal.

Ketika dalam proses pembelajaran ada satu atau beberapa siswa yang bertanya tentang suatu hal di mana anda tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan marah-marah dan menyuruhnya untuk diam dan menganggap seolah dia tidak pernah bertanya? Tentu saja itu bukanlah tindakan yang bijaksana dan tidak layak untuk digugu dan ditiru. Untuk itulah kita harus bisa menggunakan seni merespon pertanyaan-pertanyaan siswa.

Sebenarnya, ada seni tersendiri dalam menanggapi pertanyaan siswa yang tidak bisa kita jawab seketika itu juga. Hal-hal yang perlu anda perhatikan apabila anda dihadapkan pada kondisi seperti itu di antaranya sebagai berikut:
  1. Dengarkan dan simaklah dengan seksama ketika ada siswa yang bertanya agar dia merasa nyaman dan diapresiasi. Setting bahasa mata dan bahasa tubuh anda agar terlihat fokus pada siswa yang bertanya sekaligus pahami isi pertanyaannya.
  2. Sampaikan apresiasi anda pada siswa yang bertanya itu bahwa pertanyaannya sangat bagus dan mintalah siswa lain untuk memberikan apresiasi juga dengan memberi tepuk tangan misalnya.
  3. Cobalah anda lemparkan pertanyaan tadi pada siswa yang lain, barangkali di antara mereka ada yang bisa memberi jawaban. Jika ada siswa lain yang berkenan memberikan jawaban, persilahkan dan berikan apresiasi. Bila memang tidak ada, cobalah untuk menjawabnya. Berikanlah jawaban yang tidak terdapat unsur meragukan, sebab siswa itu butuh kepastian.
  4. Apabila ternyata anda belum bisa menjawab pertanyaannya seketika itu juga, jangan langsung mengatakan bahwa anda tidak bisa menjawabnya. Berilah penjelasan dan pengertian kepadanya bahwa anda belum bisa menjawabnya sekarang dan berjanjilah bahwa anda akan mencari jawabannya untuk anda sampaikan pada pertemuan selanjutnya. Anda bisa memperkirakan sendiri kapan dan berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mencari jawaban tersebut.
  5. Tips bagi guru untuk meminimalisir terlontarnya pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan besar tidak bisa anda jawab, usahakan untuk selalu fokus pada tema materi yang anda ajarkan. Susunlah RPP anda sedetail mungkin sehingga memudahkan anda untuk berada pada jalan yang lurus, tidak mampir sana-sini.
Kesimpulannya, perlu disadari bahwa sebagai guru bukan berarti kita adalah orang yang tahu segalanya. Pengetahuan dan ilmu yang kita miliki sangat terbatas. Bisa jadi apa yang belum kita ketahui justru anak didik anda lebih mengetahuinya. Apalagi dengan sistem pendidikan saat ini yang hampir seluruhnya dispesialisasi. Anda tentu memiliki pengetahuan yang mendalam berdasarkan spesialisasi bidang ilmu yang anda geluti.

Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi seorang guru untuk terus belajar dan menambah wawasan keilmuannya tidak hanya terbatas pada satu bidang ilmu saja. Ketika kita telah lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana, bukan berarti proses belajar kita berhenti sampai di situ. Justru dibalik gelar tersebut sebenarnya terdapat tanggung jawab besar yang kita pikul. Sudahkah kita layak menyandang gelar sebagai seorang sarjana di bidang yang kita ambil?

Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi bahan renungan sekaligus inspirasi positif bagi kualitas diri anda sebagai seorang guru professional.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top