Senin, 01 Februari 2016

Psikologi Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan

Istilah Psikologi Pendidikan tentu tidak asing lagi di telinga kita. Psikologi Pendidikan sangat penting dikuasai oleh seorang guru. Jika kita kuliah di jurusan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan islam, biasanya kita akan menemui mata kuliah Psikologi Pendidikan. Kenapa sih psikologi pendidikan perlu dipelajari? Apa pentingnya? Mungkin ada sebagaian yang bertanya seperti itu. Psikologi Pendidikan penting dipelajari oleh guru maupun calon guru karena di lapangan kita akan banyak menemukan berbagai hambatan terkait dengan heterogenitas individu, yang mana untuk memahami masing-masing individu itu kita memerlukan bantuan psikologi.

Sebagai sebuah ilmu, Psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dalam beinteraksi dengan lingkunannya. Objek material dari psikologi adalah perilaku manusia yang kasat mata yang bersifat objektif dan dapat diamati, serta perilaku manusia yang tidak kasat mata.


Psikologi dibagi menjadi dua, yaitu psikologi umum yang mengkaji perilaku individu secara umum dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus.1 dalam hal ini, kajian tentang psikologi pendidikan termasuk ke dalam psikologi khusus.

Psikologi pendidikan adalah bidang studi psikologi yang mempelajari, mengkaji perilaku individu, kelompok, dan sosial dalam situasi pendidikan. Mengapa psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu pengetahuan? Karena di dalamnya kriteria persyaratan suatu ilmu yang terdiri atas dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
  1. Secara ontologis, objek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan dunia pendidikan, seperti guru, orang tua, dan stakeholder.
  2. Secara epistemologis, berbagai macam teori, konsep, prinsip, kaidah yang terdapat dalam psikologi pendidikan lahir berdasarkan kajian ilmiah (rasional, sistematis, empiris) melalui berbagai studi longitudinal maupun cross sectional, baik dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.
  3. Secara aksiologis, psikologi pendidikan bermanfaat dalam terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien. Guru yang memahami psikologi pendidikan, akan mudah memahami gejala-gejala yang muncul dalam diri peserta didiknya dan dapat mengambil sikap yang tepat untuk menghadapinya.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi yang secara spesifik2 mengkaji berbagai macam perilaku individu dalam konteks pendidikan dengan tujuan guna menemukan berbagai macam fakta, generalisasi, dan teori-teori psikologi yang berkaitan dengan pendidikan. Hal itu diperoleh dengan metode ilmiah tertentu dalam rangka mencapai efektifitas dan efisiensi proses pendidikan.3

Catatan kaki
1 Iskandar, psikologi pendidikan: sebuah orientasi baru (Jakarta: Referensi, 2012), hal. 2
2 Ibid., hal. 4.
3 Ibid., hal. 5.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top