Jumat, 19 Februari 2016

Pesantren Sebagai Sistem Pendidikan Islam di Indonesia

Pesantren merupakan jantung sistem pendidikan islam di Indonesia. Dari sisi historis, lahirnya pesantren seiring dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak zaman pra-kemerdekaan sampai saat ini. Sampai saat ini, pesantrean menjadi salah satu model sistem pendidikan yang menjamur di masyarakat Indonesia yang majemuk, baik pesantren yang murni salaf, semi modern, sampai yang bercorak modern seperti pesantren Darussalam Gontor Ponorogo.

Pesantren merupakan contoh sistem pendidikan agama islam yang paling sukses di Indonesia. Kini, corak kurikulum pendidikan yang ada di pesantren yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat tak hanya semata-mata menekankan pada pengajaran tentang agama Islam, namun juga pengetahuan umum dan keterampilan.

Pendidikan ala pesantren adalah pendidikan yang sangat terjangkau kalangan masyarakat menengah ke bawah, kecuali pesantren yang memang sudah mengadopsi gaya pendidikan modern dengan layanan dan fasilitas yang serba mahal. Akan tetapi, sampai saat ini pesantren yang banyak tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat pedesaan adalah pesantren yang berbasis salaf yang menggunakan model kurikulum yang menekankan pengajaran dengan kitab-kitab klasik karya para ulama salaf.

Foto: Pondok Pesantren Manba'ul Adhim di desa Bagbogo, kecamatan Tanjunganom, kabupaten Nganjuk. Salah satu pesantren di Indonesia.
Tak diragukan lagi bahwa pesantren merupakan model Pendidikan Islam yang Unggul, berjiwa Moderat, dan mampu menjadi ikon bagi dalam Integrasi antara Ilmu Agama, Pengetahuan umum, dan penguasaan Teknologi. Oleh karena itu, paradigma tentang santri yang hanya bisa ngaji dan belajar ilmu agama harus segera diubah. Sebab saat ini, telah begitu banyak alumni dari pesantren yang menjadi tokoh dan ilmuan yang hebat dalam segala bidang.

Ditinjau dari hubungannya dengan masyarakat, pesantren merupakan bentuk pendidikan yang memiliki hubungan timbal balik sangat erat dengan masyarakat. Sebab secara historis, kelahiran pesantren itu sendiri merupakan sebuah upaya gotong royong dari masyarakat untuk menjawab berbagai kebutuhan yang berkembang di masyarakat itu sendiri. Para santri yang telah menamatkan pendidikannya dari pesantren diharapkan mampu menjadi agen yang memberdayakan masyarakat.

Lembaga pendidikan pesantren berkontribusi sangat besar dalam memberikan layanan pendidikan agama Islam khususnya di daerah yang notabene pedesaan. Sebab lembaga pendidikan pesantren sangat mudah dijangkau oleh keluarga yang kurang mampu.

Ada banyak hal yang tidak akan kita dapatkan dari lembaga pendidikan umum, namun bisa kita dapatkan dari lembaga pendidikan di pesantren, terutama tentang PENDIDIKAN KARAKTER. Saya berani menegaskan bahwa tak ada yang lebih efektif bagi internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter selain di pesantren.

Kalau kita hanya sibuk mengkritisi dan mencari kekurangannya, tentu saja tak ada satu pun di dunia ini yang benar-benar sempurna. Terutama pada sarana dan prasarana serta penggunaan teknologi informasinya. Kalau dibandingkan dengan sistem pendidikan umum yang notabene warisan kolonial dan banyak mengadopsi teori-teori pendidikan dari barat, tentu saja pesantren jauh berbeda dari itu. pesantren memiliki ciri khas tersendiri yang tidak bisa disamakan atau dinilai lebih rendah kualitasnya dari pendidikan umum.

Telah terbukti bahwa pesantrean mampu membangun peradaban islam di nusantara. Melalui kajian yang intens terhadap berbagai literatur timur tengah, pesantrean merupakan jembatan yang menghubungkan produk-produk pemikiran ulama intelektual islam dengan masyarakat nusantara dengan media transliterasi teks arab ke dalam bahasa Melayu atau Jawa pegon.

0 Komentar Pesantren Sebagai Sistem Pendidikan Islam di Indonesia

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top