Rabu, 24 Februari 2016

Pengalaman Berharga dari Kuliah Pengabdian Masyarakat

KPM (kuliah pengabdian masyarakat) yang dulu familiar dengan sebutan KKN (kuliah kerja nyata), merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan terjun langsung mengabdi di masyarakat dengan tujuan membantu dan memfasilitasi masyarakat menyelesaikan berbagai masalah yang menjadi kegelisahan mereka. Para mahasiswa secara aktif berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat untuk menganalisis apa saja masalah-masalah yang perlu untuk dicari jalan keluar penyelesaiannya. Setelah masalah teridentifikasi, selanjutnya mahasiswa bersama masyarakat saling bekerjasama menyelesaikan masalah-masalah tersebut dengan melakukan berbagai upaya berupa tindakan-tindakan yang bersifat praktis.

Meskipun seorang mahasiswa dipandang sebagai kaum intelektual dan berpendidikan tinggi, tidak diperkenankan untuk menggurui masyarakat. Mereka hanya berperan sebagai fasilitator yang menyumbangkan ide-ide kreatif serta tenaganya untuk selanjutnya dimusyawarahkan bersama-sama masyarakat.

Akan tetapi fakta yang terjadi tidak semua masyarakat memahami akan peran dan tujuan mahasiswa melakukan kegiatan KPM. Terkadang ditemukan masyarakat yang memiliki mindset bahwa mahasiswa KPM adalah anak-anak berduit yang bertugas mengadakan berbagai kegiatan yang sifatnya menghibur dan menguntungkan masyarakat. Tentu mindset seperti ini tidak sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dan fungsi KPM itu sendiri. Sehingga perlu adanya penyegaran dan pelurusan pola pikir terhadap masyarakat seperti itu.


Di lain pihak, masih banyak pula para mahasiswa yang tidak memahami tujuan, fungsi, dan peranannya dalam kegiatan KPM. Banyak mahasiswa yang memanfaatkan moment KPM sebagai ajang pencarian jodoh dan hiburan semata. Meskipun hal ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan, namun fokus utama dari kegiatan KPM itu sendiri akan terabaikan. Konsekuensinya, goal utama KPM untuk memberdayakan masayarakat dalam berbagai bidang tidak tercapai secara maksimal. Padahal, apabila KPM dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang benar, dapat memberikan banyak sekali manfaat baik bagi mahasiswa, intitusi kampus, terlebih untuk masyarakat.

Apa sih manfaat Kuliah Pengabdian Masyarakat...??

Manfaat KPM untuk mahasiswa di antaranya yaitu memberikan pengalaman kepada mereka secara real tentang kondisi sosial masyarakat. Sebab bagaimanapun juga nantinya setelah lulus kuliah, semua mahasiswa akan menjadi bagian dari sebuah masyarakat. KPM melatih kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dalam sebuah lingkungan yang baru, di mana mereka harus belajar banyak tentang tata nilai dan norma yang berlaku. Setiap masyarakat memiliki budaya dan tata nilai yang berbeda-beda. KPM melatih sejauh mana kepekaan mahasiswa dalam menjalankan perannya agar sesuai dengan kondisi masyarakat agar tidak terjadi konflik dan kesenjangan sosial.

Bagi masyarakat, kegiatan KPM pada hakikatnya juga membawa banyak manfaat. Tentu tidaklah mungkin diadakan sebuah program kegiatan yang mana program itu tidak bermanfaat. Para mahasiswa yang telah menyerap banyak ilmu pengetahuan dari bangku perkuliahan, merupakan pembawa ide-ide kreatif yang mungkin saja belum pernah terbersit dalam benak masyarakat. Dari sini terjadi proses saling berbagi pengetahuan antar mahasiswa dan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Begitu pula dengan kampus tempat di mana mahaiswa KPM itu menjalani studinya, secara otomatis akan mendapatkan respon positif serta apresiasi dari masyarakat karena dinilai telah berhasil mencetak manusia-manusia yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat.

Berbicara tentang kesan selama KPM, yang jelas bagi saya KPM merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Bahkan waktu satu bulan rasanya masih kurang lama. Ada banyak sekali hal-hal berkesan yang saya dapatkan sampai-sampai seakan tidak ingin jika kegiatan KPM berakhir dalam satu bulan saja. Saya merasakan begitu indahnya sebuah kebersamaan ketika kami saling membantu dalam berbagai kegiatan secara sukarela, tanpa ada kepentingan yang sifatnya hanya menguntungkan diri sendiri.

Bertemu dan mengenal teman teman baru juga merupakan hal berkesan yang saya rasakan. Meskipun kami baru saling mengenal, alhamdulillah kami dapat beradaptasi dan memahami satu sama lain. Hal ini terbukti selama dalam KPM tidak ada konflik internal yang sampai menyebabkan terputusnya tali silaturrahmi. Walaupun terkadang terjadi perdebatan dan konflik-konflik kecil, hal itu tidak sampai membuat kami saling dendam dan benci.

Saya juga sangat terkesan dengan semangat belajar anak-anak, khususnya anak-anak TPQ yang setiap sore belajar bersama kami. Kerinduan akan suasana belajar bersama anak-anak dengan nuansa tawa masih sering saya rasakan sampai saat ini. Terkadang, ketika melihat semangat anak-anak dalam belajar, saya merasa malu pada diri saya sendiri yang justru masih sering bermalas-malasan.

Hal berkesan lain yang saya rasakan adalah respon positif warga sekitar atas kehadiran kami. Mulai dari tuan rumah posko kami, kepala desa, perangkat, RT, modin, takmir masjid, dan yang lainnya. Mereka menganggap kami sudah seperti bagian dari keluarga mereka sendiri. Ketika kami bersilaturrahmi ke rumah-rumah warga sekitar untuk berpamitan, kami selalu mendengar ungkapan berat hati melepas kepergian kami. Bahkan ketika kami berpamitan dengan bapak RT dan tuan rumah posko KPM kami, suasana penuh haru dan derai air mata tak dapat dihindari.

Di balik setiap hal yang kita temui dalam hidup ini, ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil darinya. Di balik setiap realitas, selalu tersimpan makna sebagai suatu pelajaran bagi orang yang menjalani dan mengamatinya. Begitu pula dengan kegiatan KPM yang saya jalani, ada banyak pelajaran dan hal-hal baru yang saya dapatkan. Saya belajar mengamati kondisi sebuah masyarakat dan bagaimana saya harus bersosialisasi dengan masyarakat sesuai dengan kondisi tersebut. Dari situ saya menjumpai berbagai tipe kepribadian dari individu-individu yang ada dalam masyarakat tersebut.

Ada banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapatkan selama KPM. Beberapa poin pelajaran yang saya peroleh dari KPM di antaranya adalah:

1. Menambah silaturahmi

Dari kegiatan KPM, saya mendapatkan banyak teman-teman baru, baik yang satu kelompok maupun dari kelompok lain yang pernah saya kunjungi. Juga dengan tuan rumah posko KPM, warga sekitar seperti bapak RT, guru-guru MI, guru-guru TPQ, bapak kepala desa, dan masih banyak lagi.

2. Bersosialisasi

Saya mendapatkan banyak pelajaran tentang bagaimana cara bersosialisasi yang baik dengan masyarakat secara langsung melalui bimbingan dari para tokoh masyarakat.

3. Teknik organizing sebuah kegiatan

Saya belajar banyak tentang bagaimana mendesain sebuah kegiatan, mulai dari rapat perencanaan, pembagian tugas, menentukan anggaran, sampai dengan teknis pelaksanaanya.

4. Menghargai perbedaan

Masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda. Di KPM ini, saya belajar tentang pentingnya arti menghargai setiap perbedaan demi tercipta dan terjaganya keharmonisan, baik dalam lingkup internal kelompok maupun dengan lingkungan masyarakat.

5. Praktek mengajar

Sebagai mahasiswa jurusan PAI, saya mendapatkan pengalaman mengajar secara langsung di lapangan.

6. Tanggung jawab

Saya belajar untuk bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban yang diamanatkan kepada saya. Apabila tidak dilatih dan dibiasakan, tanggung jawab akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Ketika ada masalah, bukannya dihadapi, tapi malah lari.

Itulah hal-hal berharga yang saya dapatkan selama KPM. Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran yang saya dapatkan, namun karena keterbatasan waktu dan juga tenaga, saya tidak bisa menuliskannya di sini secara panjang lebar.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top