Rabu, 24 Februari 2016

Pendapat 'Hukum Jost' tentang Konsep Belajar Efektif

Belajar merupakan salah satu aktifitas pengembangan diri yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang selama ia masih hidup dan masih mampu. Ada banyak sekali definisi tentang belajar yang dikemukakan oleh para pakar psikologi pendidikan. Namun yang jelas, faktor-faktor penting yang berhubungan erta dengan proses belajar adalah: kematangan, penyesuaian diri, menghafal, mengingat, berpikir, dan latihan.

Dalam tulisan ini saya hanya membatasi pembahasan tentang konsep pembagian waktu belajar. Dari hasil berbagai percobaan yang dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama terbukti bahwa belajar secara terus menerus dalam satu jangka waktu yang cukup lama tanpa istirahat sangat tidak efektif dan efisien. Oleh karena itu pembagian waktu belajar merupakan satu hal penting agar belajar menjadi produktif, efektif, sekaligus efisien.

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk aktifitas belajar. Memakan waktu belajar yang terlalu lama dapat menimbulkan berbagai kelelahan, baik kelelahan fisik seperti mata, dan juga kelelahan pada otak yang terlalu lama diforsir. Untuk itulah, manajemen waktu dalam belajar sangat penting.


Mungkin sebagian dari anda ada yang pernah mendengar "Hukum Jost". Menurut hukum jost tentang belajar, belajar dalam waktu 30 menit 2x sehari selama 6 hari lebih baik dan lebih produktif daripada sekali belajar selama 6 jam (360) menit tanpa berhenti. Jadi, belajar selama satu 1 jam per hari yang dilakukan secara konsisten selama 6 hari lebih efektif dan efisien daripada sekali belajar langsung 6 jam tanpa henti.

Dalam hasil-hasil eksperimen yang lain, menunjukkan bahwa periode belajar yang produktif seperti menghafal, mengetik, mengerjakan soal, dan lain sebagainya adalah antara 20-sampai 30 menit. Namun hasil eksperimen ini tidaklah berlaku bagi setiap orang dan setiap materi yang dipelajari. Seseorang yang sangat berminat atau menyukai sebuah materi tertentu akan memperpanjang waktu belajarnya sehingga mungkin lebih dari 30 menit, namun tetap produktif. Begitu pula dengan materi-materi berat seperti filsafat yang mungkin memerlukan waktu lebih dari 30 menit. Seperti yang serng saya lakukan ketika membaca sebuah buku yang saya sukai, waktu yang saya butuhkan untuk membaca buku tersebut bisa lebih dari 2 jam, namun saya tetap menikmatinya dan tetap bisa mengingat sebagian besar dari apa yang saya baca dalam jangka waktu yang relatif lama.

Jadi kesimpulannya, membagi waktu kurang lebih satu jam setiap hari untuk belajar lebih baik daripada anda menghabiskan waktu 6 jam sehari untuk terus belajar tanpa henti.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top