Senin, 29 Februari 2016

Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter

Ketika kita hendak mendefinisikan istilah “Pendidikan Karakter”, ada banyak sekali tokoh yang mengemukakan gagasannnya tentang definisi dari istilah Pendidikan Karakter yang tidak mungkin diuraikan dalam satu artikel seperti ini. Kita hanya akan mengutip beberapa pendapat saja kemudian menarik kesimpulan dari definisi yang dikemukakan. Yang jelas, pendidikan karakter menyangkut nilai-nilai yang mengkonstruk seseorang dalam bersikap dan berperilaku yang pada akhirnya berimplikasi positif baik bagi individu itu sendiri maupun bagi lingkungan sosialnya. Beberapa definisi tentang Pendidikan Karakter ialah sebagai berikut:
  1. Menurut Teguh Sunaryo, pendidikan karakter terkait dengan bakat (potensi alamiah), harkat (derajat melalui penguasaan ilmu dan teknologi), dan martabat (harga diri melalui etika dan moral).
  2. Menurut Rahardjo, pendidikan karakter adalah suatu proses pendidikan yang holistik yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai fondasi bagi terbentuknya generasi yang berkualitas yang mampu hidup mandiri dan memiliki prinsip suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Menurut Heritage Foundation, Pendidikan karakter memiliki tujuan untuk membentuk manusia berkarakter secara holistik dengan seperangkat nilai-nilai yang telah tertanam dalam dirinya.
Saat setiap manusia belajar untuk mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta memunculkan kebiasaan positif yang baru, inilah yang disebut dengan Karakter. Misalnya, seorang dengan kepribadian Sanguin yang sangat suka bercanda dan terkesan tidak serius, lalu sadar dan belajar sehingga mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus, itulah Karakter.


Sumber Gambar: Antaranews.com
Pendidikan Karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian sosial, dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu dibina sejak dini. Baca juga Menggagas Wacana Kurikulum Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Literasi

Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus dibangun dan dikembangkan secara sadar hari demi hari dengan melalui suatu proses yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari. Banyak kami perhatikan bahwa orang-orang dengan karakter buruk cenderung mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering menyatakan bahwa cara mereka dibesarkan yang salah, kesulitan keuangan, perlakuan orang lain atau kondisi lainnya yang menjadikan mereka seperti sekarang ini. Memang benar bahwa dalam kehidupan, kita harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun karakter Anda tidaklah demikian. Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya.

Pendidikan karakter menyangkut upaya menginternalisasikan nilai-nilai ke dalam diri seseorang sehingga nilai-nilai tersebut terpatri erat dan menggerakkan orang itu dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Nilai-nilai itu tertanam ke dalam diri seseorang bukan karena paksaan atau ancaman, namun karena kepekaan dan kesadaran diri yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang mendukung. Secara lebih terperinci, nilai-nilai dari Pendidikan Karakter serta deskripsi dari nilai itu bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel Nilai-nilai dan Deskripsi 18 Nilai Pendidikan Karakter


Nilai

Deskripsi Nilai

1

Religius

Sikap dan perbuatan taat dan patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Bersikap toleran terhadap ibadah agama laiin serta mampu hidup berdampingan secara rukun dengan pemeluk agama lain

2

Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya baik dalam perkataan maupun perbuatan

3

Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, sikap, pendapat, dan perbuatan orang lain yang berbeda dengan dirinya

4

Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku

5

Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan bahwa ia bersungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai macam masalah atau hambatan

6

Kreatif

Berpikir dan bertindak melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau sesuatu yang baru

7

Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak gampang menggantungkan diri kepada orang lain
8

Rasa Ingin tahu

Sikap dan tindakan selalu ingin tahu secara komprehensif (luas dan mendalam) atas segala sesuatu yang dia pelajari, dilihat, dan didengarnya

9

Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang memposisikan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok
10

Cinta tanah air

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, serta apresiasi yang tinggi atas bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik

11

Menghargai prestasi

Sikap dan perbuatan yang memotivasi diri kita untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Serta mengakui dan menghargai prestasi atau kesuksesan yang diraih orang lain

12

Bersahabat/komunikatif

Tindakan yang menunjukkan rasa senang untuk berinteraksi, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain

13

Cinta damai

Sikap, perkataan, dan perbuatan yang dapat menimbulkan rasa senang dan damai pada diri orang lain atas keberadaannya

14

Gemar membaca

Menyisihkan waktu untuk membaca berbagai macam bacaan yang dapat memberikan kebaikan bagi dirinya

15




16
Peduli lingkungan




Demokratis
Sikap dan perbuatan yang selalu berusaha untuk mencegah terjadinya berbagai kerusakan yang terjadi pada lingkungan alam di sekitarnya serta kreatif berupaya mengembangkan perbaikan kerusakan alam yang sudah terjadi

Tau mana hak dan mana kewajiban, dan mampu kapan harus menuntut hak dan kewajiban. Tidak hanya menuntut dipenuhi hak pribadinya saja, tapi juga sadar akan kewajiban yang harus dia lakukan.
17

Peduli sosial

Sikap dan perbuatan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan

18

Tanggung jawab

Sikap dan perbuatan untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya baik dalam konteks individu, masyarakat, lingkungan alam, negara, dan Tuhan


18 nilai pendidikan karakter di atas bisa dikembangakan oleh semua pihak yang teribat dalam dunia pendidikan, terutama lembaga sekolah, masyarakat, dan keluarga. Di sekolah, guru bisa menyesuaikan dan mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter di atas dengan visi-misi sekolah dan juga tema materi pelajaran pada saat itu. Baca juga Sejarah Pendidikan Karakter di Indonesia

Membangun manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter adalah hal yang sangat urgen saat ini, meskipun sebenarnya sejak bangsa kita merdeka, Bung Karno sudah menyadari dan menyuarakan urgensi nasionalisme dan pembangunan karakter bangsa sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
pembangunan bangsa Indonesia. Jadi sebenarnya konsep pendidikan karakter yang saat ini mulai digembar-gemborkan dan disadari akan pentingnya, bukanlah sebuah hal BARU.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita turut memiliki tanggung jawab dalam mencetak para generasi bangsa yang memiliki nilai-nilai karakter sebagaimana dalam tabel di atas. Dengan pendekatan dan strategi yang tepat, nilai-dilai pendidikan karakter di atas dapat diinternalisasikan ke dalam diri anak sedini mungkin, tentunya melalui upaya yang sungguh-sungguh dan kontinyu dari keluarga, sekolah, dan juga masyarakat sebagai TRI Pusat Pendidikan.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top