Selasa, 23 Februari 2016

Masih Betah sama Comfort Zone?

Apakah anda tau apa itu ‘kurungan’? Ya, kurungan adalah istilah jawa untuk ‘sangkar’. Biasanya, sangkar pada umumnya digunakan sebagai tempat untuk memelihara burung atau jenis unggas yang lainnya. Berbicara tentang kurungan ini, salah seorang teman saya punya pandangan yang cukup unik tentangnya. Dia menulis: “Kurungan, bahkan meskipun dicat dengan warna-warni sampai kempling, ia tetaplah kurungan. Dan burung yang terbiasa hidup dalam kurungan, ia akan berpikir bahwa terbang adalah suatu k3jahatan.”

Dari ungkapan di atas, saya menangkap ada makna tersembunyi yang cukup dalam jika kita mau merenungkannya. Sepemahaman saya, makna kurungan dari ungkapan di atas adalah comfort zone atau zona nyaman. Sedangkan burung yang ada di dalamnya adalah gambaran orang yang tinggal dalam zona nyaman itu.

Zona nyaman adalah keadaan yang seringkali membelenggu manusia dalam dunia stagnasi dan kejumudan. Ia nampak tenang, tapi sebenarnya mematikan. Banyak orang yang betah berlama-lama berada dalam zona nyaman dan enggan keluar darinya karena merasa telah puas dengan keadaannya.

Dari ungkapan teman saya di atas, oang yang telah terjerat oleh zona nyamannya bagaikan burung dalam sangkar yang menganggap bahwa terbang adalah suatu kejahatan. Padahal terbang adalah naluri setiap burung. Namun karena terlalu lamanya terbelenggu dalam sangkar, paradigma berpikirnya pun bisa berubah 180 derajat, sampai bertolak belakang dari fitrahnya.


Hidup ini merupakan serangkaian proses yang terus berjalan. Setiap harinya kita diperintahkan agar bisa menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Barangsiapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, maka ia termasuk orang-orang yang rugi. Apalagi bila hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka. Dan tenggelam dalam zona nyaman lambat laun akan mengantarkan kita pada kategori orang yang rugi, bahkan celaka.

Seindah dan semenyenangkan apa pun zona nyaman itu, tetaplah ia sebagai zona yang berbahaya. Bagaimana tidak, manusia dikaruniai segenap potensi fitrah yang harus digunakan semaksimal mungkin untuk mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi. Jika tidak digunakan dan tidak dimanfaatkan sebagaimana fungsi dan tujuan penciptaannya, apalah artinya hidup kita sebagai manusia? Apakah cukup dengan kondisi stagnan dan menyalurkan nafsu syahwat semata? Tentu tidak, bukan?

Orang yang terbiasa hidup dalam sangkar emas yang bernama zona nyaman, maka ia akan beranggapan bahwa keluar darinya adalah sesuatu yang menakutkan, berbahaya, bahkan dianggap sebagai kejahatan. Ia lebih memilih hidup di dalam kurungan yang lambat laun akan membuatnya mati tanpa meninggalkan sesuatu yang berguna/bermanfaat bagi yang lainnya.

Contoh konkrit dalam konteks pendidikan seperti ketika anda tercatat sebagai mahasiswa di kampus tertentu, dan anda merasa sangat nyaman dengan segala kebijakan kampus. Anda beranggapan bahwa semua kebijakan itu baik dan demi kebaikan semua mahasiswa. Meskipun ternyata terungkap bahwa dibalik kebijakan itu ada unsur pembelengguan kebebasan mahasiswa atau mungkin tindak korupsi anggaran dari pihak akademik, anda tetap merasa enjoy dan nyaman-nyaman saja. Bahkan anda menganggap mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi turun jalan menggugat kebijakan yang menyeleweng itu sebagai tindak kejahatan.

Oleh karena itu, barangkali saat ini kita masih dininabobokkan oleh zona nyaman, yuk perlahan-lahan bangkit, bangun tekad dan kemauan untuk keluar dari zona nyaman menuju arena perputaran roda kehidupan untuk berjuang dalam kehidupan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk kebaikan orang lain.

Terlalu lama hidup dalam zona nyaman dapat menjadikan hidup kita tidak pernah berubah dan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Anda akan terus menerus dihantui rasa takut dan ragu untuk mencoba melakukan dan belajar hal-hal baru. Padahal, dengan belajar hal-hal baru dan menemui masalah baru yang belum pernah anda temui sebelumnya, merupakan kunci perubahan dan perkembangan hidup anda.

Dengan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, kita akan menemui banyak sekali pelajaran tentang kehidupan. Tentang perjuangan, pengorbanan, serta kerja keras dan kompleksitas problematika kehidupan yang menuntut anda mampu menjadi leader bagi diri anda sendiri dan orang lain.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top