Langkah-langkah Menanamkan Empati pada Anak Sejak Dini

Empati merupakan kemampuan kita untuk ikut memahami dan merasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh orang lain. Penanaman empati pada diri anak harus dimulai sedini mungkin, sebab empati merupakan salah satu emosi inti yang menjadikan anak memiliki kepekaan dalam memahami apa yang dirasakan oleh orang lain.

Empati akan menjadikan anak menjadi peka akan kebutuhan dan perasaan orang lain sehingga akhirnya muncul dalam diri mereka suatu motivasi untuk membantu meringankan beban dan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain.
Ketika empati telah mulai tertanam dalam diri anak, mereka akan cenderung bersikap dan berbuat untuk orang lain dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Kekuatan empati akan mendorong anak untuk bertindak dengan positif dan menghindari perilaku maupun sikap yang dapat merugikan atau menyakiti perasaan orang lain.

Empati pada diri anak akan berkembang dengan baik jika terus dipupuk melalui bimbingan dan arahan dari orang tua dan lingkungan di luar keluarga yang kondusif. Pada intinya, empati merupakan sebuah kecerdasan moral di mana seorang anak dapat memahami emosi dalam diri orang lain.


Langkah-langkah berikut ini bisa dilakukan oleh orang tua dalam rangka menumbuhkembangkan sikap empati pada anak:
  1. Memberikan bantuan pada anak untuk dapat memahami emosi orang lain dan juga mengenalkan kata-kata yang berhubungan dengan empati dan emosi. Hal ini diperlukan oleh anak agar ia dapat mengenali dan memahami emosi orang lain yang beraneka ragam.
  2. Membantu anak dalam meningkatkan kepekaannya terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain dengan cara-cara tertentu yang pada intinya anak akan menjadi tau akan apa yang dibutuhkan dan dirasakan oleh orang lain.
  3. Melatih anak untuk dapat bersikap dengan sudut pandang orang lain, bukan hanya dari sudut pandang atau perspektif dirinya sendiri. Dengan begitu, anak tidak akan menjadi orang yang cenderung egois dan membenarkan semua pandangan pribadinya.
Tiga langkah sederhana ini apabila dilakukan secara intens dan kontinyu insyaallah lambat laun akan mampu membentuk empati pada diri mereka di tengah dunia yang serba individualis dan hedonis-materialis seperti sekarang ini.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh John Gottman, ditemukan bahwa kemampuan anak dalam memahami dan merasakan emosi orang lain dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika dibimbing langsung oleh orang tua. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran lingkungan keluarga sangat menentukan tingkat empati pada anak-anak.

Dalam rangka mendidik anak tentang empati dan emosi, orang tua dapat melakukan empat hal yang disingkat dengan “TALK” sebagai berikut:

1. Tune-in

Orang tua berperan menjadi contoh bagi sikap empati itu sendiri dengan cara memperhatikan dan memahami perasaan anak. Banyak orang tua yang mengabaikan hal ini. Seringkali mereka bersikap acuh dan tidak terlalu peduli dengan apa yang dirasakan oleh anak-anak mereka. Akibatnya, anak akan menjadi lebih tertutup dan enggan berkomunikasi secara intens dengan orang tuanya sendiri.

2. Acknowledge

Yaitu upaya orang tua untuk mencari tau penyebab munculnya beragam emosi dalam diri anak. Orang tua tidak selalu dapat memahami penyebab munculnya emosi tertentu pada anak. Terkadang mereka perlu untuk bertanya sebagai bentuk dari sikap empati mereka pada anak.

3. Label

Label yaitu kemampuan orang tua untuk mengenali dengan baik perasaan anak. Orang tua yang dapat mengenali gejala-gejala emosi yang muncul pada anaknya akan membuat anak itu merasa tenang dan senang karena hal itu membuktikan bahwa orang tua benar-benar sayang, perhatian, dan menghargai perasaannya.

4. Kindle

Berusaha mencari solusi atas masalah-masalah yang menyangkut kebutuhan anak. Anak-anak tidak mungkin dapat menyelesaikan segala permasalahannya sendiri tanpa bantuan dari orang tua. Oleh karena itu, respon orang tua untuk membantu mencari jalan keluar atas permasalahan yang dihadapinya merupakan bentuk empati yang pada akhirnya dicontoh oleh si anak.

Nah, itulah pentingnya menanamkan empati kepada anak sejak dini serta langkah-langkah yang dapat tiempuh oleh para orang tua sebagai pihak yang paling berperan penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan empati dalam diri anak-anak mereka.

*Disarikan dari buku "Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga pendidikan", penulis Dr. Zubaedi, penerbit Kencana, 2011.

Wikipendidikan
Back To Top