Selasa, 02 Februari 2016

Kenali Bahaya Belajar Agama Islam secara Otodidak Lewat Internet

Dengan dominasi dari internet yang semakin meningkat dalam setiap aspek kehidupan, hal itu memungkinkan sebagian besar orang untuk belajar secara online. Tidak hanya belajar tentang pengetahuan umum, tapi juga belajar tentang ilmu-ilmu keislaman. Banyak dari kita dan saudara-saudara kita yang muslim telah mengalami perubahan besar dalam metode mereka mempelajari Islam. Sekarang banyak yang belajar tentang Islam melalui materi-materi keislaman yang tersaji secara online. Dalam era teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini, memang pengetahuan tentang apa saja mudah diakses melalui internet, tak terkecuali pengetahuan tentang Islam.

Dulu, para sarjana dan mahasiswa harus mencari melalui buku-buku klasik dan materi studi untuk mendapatkan informasi tentang Islam. Hari ini, akses online untuk mendapatkan pengetahuan Islam telah memberikan kesempatan kepada mereka (termasuk kita) untuk belajar di dalam kamar dan mampu mencari topik apa saja tentang Islam tanpa harus jauh-jauh pergi ke pondok pesantren atau perpustakaan. Implikasi internet begitu tampak luar biasa dalam menggeser paradigma berpikir dan pola perilaku seseorang dalam belajar.

Namun di balik pergeseran metode belajar tersebut, kerugian besar yang anda alami ketika belajar tentang Islam secara online adalah tidak adanya interaksi aktif antara anda dengan guru anda, sehingga anda memiliki otoritas penuh untuk menentukan mana yang ingin dan atau tidak anda pelajari dari internet. Hal seperti ini rawan menimbulkan ketersesatan. Karena tidak ada guru atau kyai yang membimbing secara langsung. Begitu pula etika belajar murid terhadap guru tidak berlaku di sini.

Sumber gambar: pixabay.com
Di dalam banyak kitab yang membahas tentang tata cara mencari ilmu berdasarkan konsep Islam, salah satu hal yang sangat ditekankan dalam mencari ilmu bagaimana siswa harus bersikap dengan guru mereka. Dan ini tidak akan anda dapatkan ketika anda belajar tentang islam melalui guru yang bernama internet. Akibarnya, ketika anda telah menyerap banyak ilmu dan pengetahuan dari internet, bisa jadi perilaku anda tidak terkontrol. Anda akan menjadi orang yang sombong dan membanggakan diri atas ilmu yang merasa telah anda miliki. Padahal Islam begitu menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Islam secara online bukanlah metode terbaik untuk semua orang. Terlebih bagi mereka yang masih minim sekali pengetahuannya tentang Islam melalui proses interaksi secara langsung dengan guru di dunia nyata, seperti anak-anak. Meskipun belajar Islam secara online bisa anda lakukan dengan mudah, tetapi tidak seharusnya hal itu menjadi satu-satunya cara anda untuk memperoleh pengetahuan Islam.

Tidak ada yang bisa menggantikan metode belajar melalui interaksi langsung dengan ulama’ atau kyai. Nilai interaksi tersebut akan membuat anda memperoleh ilmu yang bermanfaat, penuh berkah, serta membuat anda memahami Islam secara mendalam, baik pada tataran teoritis maupun praktis, sekaligus mengembangkan kemampuan yang anda butuhkan untuk menjalani hidup anda sebagai seorang Muslim.

Dalam mempelajari Islam, tidaklah cukup dengan belajar mandiri dari internet. Islam bukan sekedar apa yang anda baca, namun lebih dari itu, Islam adalah tentang bagaimana anda menerapkan ilmu yang anda peroleh ke dalam ranah praktis kehidupan sehari-hari anda sesuai dengan konteks waktu, tempat, norma, nilai, serta kultur sosial yang berlaku di tempat tinggal anda.

Ketika anda belajar secara otodidak melalui internet, di situ tidak ada nilai yang mengikat anda. Artinya, tidak ada aturan khusus bagaimana anda harus bersikap dan memperlakukan internet sebagai guru anda. Jauh berbeda dengan belajar di dunia nyata, di mana kita harus mematuhi nilai-nilai etis bagik sebagai pembelajar maupun kepada guru sebaga pengajar.

Anda tidak bisa mengimplementasikan prinsip-prinsip Islam yang anda baca di internet dan membenarkan setiap tindakan anda berdasarkan apa yang anda baca tersebut dengan mengabaikan 'Konteks' kehidupan anda di tengah masyarakat. Anda dapat menentukan tindakan yang tepat dalam situasi tertentu yang anda hadapi berdasarkan prinsip syariah dengan belajar Islam melalui lembaga pendidikan Islam, khususnya Pesantren.

Para kyai, ulama’, ustadz, bahkan para Habaib akan membimbing anda untuk mengembangkan keterampilan yang anda perlukan untuk memahami dan menghargai apa yang benar dan apa yang salah. Mereka akan membantu anda mengembangkan keterampilan anda untuk mengidentifikasi prioritas dalam menentukan baik dan buruk.

Dalam konsep pendidikan Islam, Guru anda tidak hanya sumber pengetahuan dan kebijaksanaan, tetapi juga sumber teladan akhlak mulia dan sopan santun. Anda juga harus ingat bahwa antara ilmu pengetahuan dan akhlak harus berjalan beriringan. Ilmu pengatahuan yang tidak dihiasi dan diimbangi dengan akhlak mulia hanya akan membuat anda semakin jauh dari Allah SWT.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top