Kamis, 04 Februari 2016

Hubungan Pendidikan dan Masyarakat

Wikipendidikan - Pendidikan dan masyarakat merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan. Antara masyarakat dan pendidikan, masing-masing memiliki peran satu sama lain. Ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, tapi masih dalam satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Memahami peran masing-masing dari dua komponen ini sangat penting bagi tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Pendidikan berasal dari akar kata “didik” yang dapat diartikan sebagai bimbingan, arahan, pembinaan, dan pelatihan. Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan pada ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Masyarakat juga bisa diartikan sebagai suatu kelompok sosial di mana di situ manusia berkumpul bersama, hidup bersama, saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Pendidikan Masyarakat via Pixabay.com

Menurut Abdulsyani (1994) dalam bukunya Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan, menjelaskan bahwa masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Pengumpulan manusia yang hidup bersama.
  2. Bercampur dalam waktu yang cukup lama.
  3. Sadar sebagai satu kesatuan.
  4. Suatu sistem yang menimbulkan budaya.
  5. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur hidup bersama
Jadi dapat disimpukan bahwa masyarakat memiliki ciri-ciri berupa sekelompok manusia yang hidup bersama dalam jangka waktu yang cukup lama dan membentuk sebuah sistem kesatuan yang menimbulkan budaya, serta diatur oleh suatu aturan kolektif yang telah disepakati sebagai pedoman hidup.

Peran Masyarakat terhadap Pendidikan

Abuddin Nata (2014) dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Pendidikan menjelaskan secara panjang lebar tentang peran masyarakat terhadap pendidikan dan peran pendidikan terhadap masyarakat sebagai berikut:

1. Masyarakat sebagai tempat sosialisasi

Masyarakat merupakan tempat bersosialisasi, berinteraksi, dan berkomunikasi peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik dalam proses pebelajarannya diberikan bekal terkait hal tersebut, termasuk di dalamnya internalisasi nilai, budaya, dan norma yang berlaku di masyarakat.

2. Masyarakat sebagai kontrol sosial

Masyarakat memiliki peran mengawasi dan mencegah orang lain, termasuk di dalamnya peserta didik dan lembaga pendidikan, dari perbuatan-perbuatan menyimpang yang berpotensi menimbulkan kerugian.

3. Masyarakat sebagai pelestari budaya

Nilai-nilai budaya yang diajarkan dalam proses pembelajaran di sekolah akan tumbuh dan berkembang di masyarakat. Karena masyarakat merupakan penyimpan dan pemelihara nilai dan budaya.

4. Masyarakat sebagai seleksi pendidikan

Di dalam masyarakat terdapat sumber daya manusia yang beragam. Dari merekalah munculnya inovasi dan kreativitas sebagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan. Sekolah atau lembaga pendidikan lain dapat menyeleksi sumber daya yang bagaimana yang mereka butuhkan sesuai keperluan.

5. Masyarakat sebagai tempat belajar

Masyarakat adalah tempat belajar bagi para peserta didik. Mereka dapat mengamati berbagai fenomena atau masalah yang terjadi di masyarakat untuk dijadikan sumber penelitian maupun sumber penunjang dalam mengkonstruk pengetahuan baru.

6. Masyarakat sebagai pendidikan life skill

Masyarakat merupakan tempat di mana peserta didik mengaplikasikan dan mengembangkan berbagai teori, konsep, dan keterampilan yang telah diperoleh dalam proses pendidikan di sekolah. Di masyarakat, peserta didik akan mendapatkan berbagai pengalaman yang akan semakin mematangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

Peran Pendidikan terhadap Masyarakat

1. Pendidikan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan keterampilan

Tidak bisa dipungkiri bahwa output pendidikan pada akhirnya akan tersebar di masyarakat, di mana ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui proses pendidikan akan mempengaruhi pola pikir, pola perilaku, dan pola hidup masyarakat.

2. Pendidikan sebagai pencetak ilmuan

Para ilmuan adalah mereka yang memiliki kemampuan dan otoritas dalam memberikan analisis dan interpretasi atas berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Dan para ilmuan ini tentu saja merupakan produk dari proses pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.

3. Pendidikan sebagai agen perubahan sosial

Output dari berbagai lembaga pendidikan merupakan para aktor yang membawa perubahan sosial di masyarakat menuju ke arah yang lebih baik.

4. Pendidikan sebagai pencetak tenaga kerja

Berbagai profesi dan tenaga kerja yang tersebar di berbagai sektor di masyarakat tidak lepas dari pendidikan yang dijalani.

5. Pendidikan sebagai pengawas masyarakat

Pada akhirnya, para output dari dunia pendidikan akan menjadi pengawas di berbagai sektor yang ada di masyarakat.

Dapat kita simpulkan antara masyarakat dan pendidikan mempunyai hubungan mutual simbolik yang sangat erat. Masyarakat selain menjadi objek pendidikan juga menjadi subjek pendidikan. Sedangkan pendidikan selain sebagai penyedia sumber daya manusia yang terdidik yang dibutuhkan oleh masyarakat juga pencetak tenaga kerja, tempat lahirnya para ilmuan, agen perubahan sosial, dan pengawas masyarakat.

Tinjauan Pustaka:
  • Abdulsyani. Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara. 1994.
  • Nata, Abuddin. Sosiologi Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2014.

0 Komentar Hubungan Pendidikan dan Masyarakat

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top