9 Langkah Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok di Kelas

Salah satu aspek yang berbeda dari kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya, yatu KTSP, terkait dengan standar proses yang meliputi proses pembelajaran. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk lebih proaktif dan kreatif. Dalam proses belajar-mengajar, guru hanya sebagai fasilitator, bukan pemegang otoritas kebenaran di mana siswa harus taken for granted atas segala pengetahuan yang ditransformasikannya.

Baca juga:
Salah satu metode pembelajaran yang sering dipakai adalah Diskusi Kelompok. yaitu membagi siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi. Dalam diskusi kelompok ini, setiap kelompok memiliki ketua atau moderator yang ditunjuk langsung oleh guru atau melalui pemilihan langsung oleh anggota-anggota kelompok. Dalam Diskusi kelompok ini setiap individu memiliki kesempatan untuk secara aktif menyumbangkan pikiran, pengalaman, dan pengetahuan kepada semua anggota kelompok guna mencari solusi atas sebuah masalah. Langkah-langkah pembelajaran dengan metode Diskusi Kelompok ini adalah sebagai berikut:

  1. Minta siswa berhitung sejumlah kelompok yang anda inginkan. Misalnya anda ingin membagi siswa menjadi 8 kelompok, maka siswa berhitung satu sampai delapan, begitu seterusnya.
  2. Mintalah siswa untuk duduk berkelompok sesuai dengan nomor hitungan tadi. Siswa dengan hitungan satu duduk berkelompok dan seterusnya.
  3. Mintalah siswa masing-masing kelompok untuk mengambil pertanyaan yang telah anda siapkan. Jawaban pertanyaan ini sebenarnya merupakan uraian materi yang hendak dipelajari.
  4. Mintalah siswa berdiskusi mencari jawaban dari pertanyaan yang didapatnya. Berikan motivasi kepada mereka agar setiap individu dalam kelompok berperan aktif mencari jawaban dari pertanyaan yang didapatkannya.
  5. Mintalah salah satu siswa perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Tidak harus ketua kelompok, namun sesuai kesepakatan yang kita buat dengan siswa atau memberi kebebasan siswa untuk memilih salah satu anggota kelompoknya sebagai perwakilan.
  6. Mintalah siswa yang lain untuk mengajukan pertanyaan, sanggahan, saran, dan juga kritikan kepada presentator. Bimbinglah presentator dalam menjawab pertanyaan dari siswa lain.
  7. Mintalah salah satu siswa untuk mencatat siapa saja yang mengajukan pertanyaan, saran, kritikan, atau sanggahan.
  8. Berilah apresiasi berupa tepuk tangan kepada siswa yang sudah berani presentasi di depan kelas.
  9. Setelah selesai, mintalah siswa untuk kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian merapikan tempat duduknya.
Itulah langkah-langkah dalam Metode Diskusi Kelompok yang bisa anda terapkan. Ketika diskusi dan presentasi oleh siswa sudah selesai, jangan lupa untuk memberikan klarifikasi dan konfirmasi terkait dengan materi yang dipelajari. Hal inilah yang sering ditinggalkan oleh guru, padahal hal ini sangat penting untuk memberikan kepastian jawaban dari semua hasil diskusi yang dilakukan siswa. Apabila guru tidak melakukan konfirmasi, maka siswa tidak akan mendapatkan informasi yang final dan komprehensif terkati dengan materi yang telah dipelajari.

Salah satu faktor yang menyebabkan guru tidak melakukan konfirmasi biasanya karena waktu yang keburu habis digunakan untuk diskusi dan presentasi dari siswa. Oleh karena itu, guru harus memiliki manajemen waktu yang sangat baik. Alokasi waktu yang dituangkan dalam RPP sedapat mungkin dipatuhi selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga tak ada satu pun dari rangkaian proses pembelajaran yang tertinggal.
Wikipendidikan
Back To Top