Belajar Pendidikan Karakter dari 'Dinding Kebaikan' di China

Sangat menarik melihat kreatifitas orang-orang di sekitar Kota Liuzhou, Guangxi, China, yang memiliki ide kreatif dengan membuat apa yang disebut Wall of Kindness atau “Dinding Kebaikan”. Sebagaimana yang dilansir oleh situs shanghaiist.com. Taukah anda apa “Dinding Kebaikan” itu? Ya, Dinding Kebaikan adalah sebuah dinding khusus sebagai tempat menaruh barang-barang yang sengaja disumbangkan untuk dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan. Uniknya, siapa pun boleh menaruh barang-barang yang ingin mereka sumbangkan kepada orang lain tanpa melalui proses apa pun. Jadi, orang bisa bebas menyumbangkan barang yang mereka miliki berupa apa saja dan kapan saja mereka mau tanpa diawasi, didata, atau dibatasi.

Sama sekali tidak ada aturan dan tuntutan tentang apa yang harus disumbangkan, entah itu pakaian, jaket, atau yang lainnya. “Dinding Kebaikan” ini memang sengaja dibuat untuk kepentingan umum. Jadi bagi siapa saja yang ingin mengambil barang yang disumbangkan orang lain di situ, juga harus memikirkan kepentingan orang lain, tidak seenaknya mengambil sebanyak mungkin tanpa mempertimbangkan kemungkinan ada orang lain yang juga membutuhkannya.

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari fenomena “Dinding Kebaikan” itu? Banyak sekali. Dinding Kebaikan mengajarkan kita untuk berbagi dengan ikhlas dan atas kesadaran kita sendiri, tanpa ada paksaan atau mengharapkan imbalan dari yang kita beri. Membantu orang lain tidak harus dengan memberikan uang atau sesuatu yang berharga lainnya. Meskipun sesuatu yang kita berikan itu bagi kita kecil dan remeh, bisa jadi sangat berharga dan bermanfaat bagi orang lain. Ingat, ada banyak orang yang hidupnya tidak seberuntung kita saat ini.

Wall of Kindness via Shanghaiist.com
Dinding Kebaikan itu mengajarkan kita betapa pentingnya kepedulian sosial. Di tengah dunia yang serba materialis dan individualis ini, jarang sekali orang yang sempat memikirkan kebutuhan orang lain yang nasib hidupnya berada di bawahnya. Karena sifat manusia itu selalu kurang dan kurang, seringkali uang dan harta benda yang dimiliki digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan dirinya sendiri. Padahal, dibalik kesuksesan karir yang mereka capai, selalu melibatkan orang lain.

Dinding Kebaikan juga mengajarkan agar kita tidak menjadi manusia yang rakus dan tidak peduli dengan orang lain. Bagaimana tidak, dengan banyaknya barang yang disumbangkan, dengan bebas kita bisa mengambilnya sebanyak yang kita mau. Tanpa harus khawatir dituduh sebagai pencuri atau melakukan tindak krimin4l. Kita diajarkan untuk mengambil sebatas yang kita butuhkan saja. Kita diajari untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

Sungguh menakjubkan nilai-nilai Pendidikan Karakter yang diajarkan oleh Dinding Kebaikan di China itu. Dengan adanya Dinding Kebaikan itu menunjukkan bahwa lingkungan yang baik mampu memotivasi dan memudahkan seseorang untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan-kebiasaan baik itu tumbuh dan berkembang berdasarkan atas kesadaran, keyakinan, kepekaan, dan sikap seseorang. Artinya, karakter yang dimiliki seseorang itu bersifat inside-out, berasal dari dalam diri orang itu sendiri dan kemudian keluar berwujud perilaku yang membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan.

Unsur-unsur Pendidikan Karakter yang terkandung dari Dinding Kebaikan di atas di antaranya meliputi kreatif, peduli sosial, peduli lingkungan, dan kerjasama atau gotong royong. Bagaimana dengan Indonesia?

0 Komentar Belajar Pendidikan Karakter dari 'Dinding Kebaikan' di China

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top