Kamis, 25 Februari 2016

Belajar Kepedulian Sosial dari Matahari

Lihatlah Matahari! Ia dijadikan Allah mampu memancarkan cahaya yang begitu kuat ke seluruh alam semesta. Cahaya yang ia pancarkan tidak hanya untuk menerangi dirinya sendiri, tetapi juga menerangi sekitarnya. Begitu pula seharusnya kita sebagai manusia. Setiap manusia bisa menjadi cahaya yang menerangi orang-orang di sekitarnya apabila ia mau mengaktualisasikan seluruh potensi yang tersimpan dalam dirinya.

Memang semuanya membutuhkan proses. Pada awalnya, mungkin kita ibarat sebuah lilin yang berusaha menerangi orang lain dengan mengorbankan diri kita sendiri. Setelah itu, kita menjadi seperti Bulan yang menerangi orang lain dengan memantulkan cahaya yang kita serap dari Matahari. Secara perlahan, akhirnya kita akan menjadi Matahari ketika kita telah mampu memancarkan cahaya sendiri dan mau menerangi orang lain.

Dalam hidup ini, kita tidak boleh egois. Kita tidak bisa bercita-cita hanya untuk kebutuhan kebahagiaan atau kesenangan diri kita sendiri. Karena dalam proses meraih kebahagiaan itu ada banyak orang yang kamu libatkan. Kita tidak bisa melepaskan rencana-rencana kita dari keterlibatan orang lain di dalamnya. Untuk mencapai tujuan, kita membutuhkan bantuan banyak orang.

Makna pendidikan tidak hanya sesempit yang dipahami orang selama ini, yaitu menyangkut proses belajar mengajar yang berlangsung di suatu lembaga pendidikan. Namun lebih dari itu, segala hal yang kita dengar, lihat, dan rasakan, mengandung nilai-nilai pendidikan.


Segala yang diciptakan oleh Tuhan di alam semesta ini disebut sebagai ayat-ayat kauniyah yang mengharuskan manusia mentafakkurinya. Salah satunya yaitu Matahari. Ya, matahari mengajarkan kita tentang makna kepedulian sosial dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Kepedulian sosial merupakan salah satu nilai dari pendidikan karakter yang sangat penting untuk terus ditumbuhkan dalam diri setiap individu. Apalagi melihat keadaan masyarakat modern yang semakin individualis dan mementingkan diri sendiri.

Kita tidak harus memaksakan diri memberikan sesuatu yang besar bagi orang lain. Sebab semuanya butuh proses, dari diri kita yang masih ibaratkan lilin hingga pada akhirnya menjadi matahari. Kepedulian sosial ditumbuhkan step by step yang berangkat dari hal-hal kecil dan sederhana sesuai dengan posisi dan keadaan kita.

Dari Matahari, kita diajarkan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain sebanyak mungkin. Kita juga diajarkan tentang konsep kesuksesan dari Matahari. Layaknya Matahari yang membuka jalan kehidupan banyak makhluk di alam ini, begitulah tentang kesuksesan. Sukses adalah ketika kita bisa membukakan pintu-pintu yang menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top