Senin, 01 Februari 2016

5 Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran yang Tepat

Secara etimologis, media berasal dari bahasa latin yang bermakna  perantara. Bentuk jamak dari “Medium” yang berarti perantara atau pengantar sumber pesan kepada penerima pesan. Sedangkan secara  terminologis media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai perantara penyampaian pesan (materi pelajaran) dalam rangka mencapai  tujuan-tujuan pendidikan/pembelajaran. Bertolak dari definisi tentang media di atas, maka Media Pembelajaran adalah segala  sesuatu yang dapat dijadikan perantara penyampaian pesan (materi) dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Setiap materi pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemilihan medianya pun berbeda-beda. Sebab tidak semua materi dapat efektif apabila disampaikan dengan menggunakan satu ragam atau jenis media. Artinya, dalam memilih media yang paling tepat untuk materi tertentu, ada hal-hal lain yang harus kita pertimbangan dalam proses pemilihannya. Lima hal tersebut ialah sebagai berikut:

1. Karakteristik siswa


Kita tau bahwa setiap anak memilik karakter yang berbeda, meski terkadang kita menjumpai anak kembar secara fisik, namun pasti ada sisi-sisi perbedaan dalam karakter mereka. Perbedaan karakteristik siswa dipengaruhi oleh faktor yang ada di luar dirinya dan dari dalam dirinya sendiri. Maksudnya, latar belakang keluarga, sosial, budaya, maupun ekonomi berperan dalam membentuk karakter siswa. Selain itu faktor bawaan seperti IQ dan kepribadian juga berperan di dalamnya. Inilah yang harus diperhatikan guru dalam memilih media pembelajaran.

2. Tujuan pembelajaran


Penting untuk diperhatikan, tujuan pembelajaran yang baik harus menyentuh tiga ranah sekaligus, yakni ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa. Jangan sampai tujuan pembelajaran hanya difokuskan pada pengembangan salah satu ranah saja, sebab hal itu berpotensi menghasilkan peserta didik yang mengalami “split personality”. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran harus sejalan dengan tujuan pendidikan yang komprehensif di atas.


media-pembelajaran.jpg
3. Sifat bahan ajar


Sifat bahan ajar ini juga perlu diperhatikan. Misalnya, apakah bahan ajar itu bersifat teoritis atau praktis. Bahan ajar yang bersifat praktis, seperti prosedur dan langkah-langkah dalam membuat sesuatu, tentu berbeda dengan bahan ajar yang menuntut penguasaan konsep-konsep
yang sifatnya abstrak. Bahan ajar yang sifatnya hendak menyentuh ranah afektif siswa, tentu tidak tepat apabila menggunakan media pembelajaran yang cenderung merangsang kognitif siswa, begitu pula sebaliknya, dan seterusnya. :D

4. Pengadaan media



Pengadaan media berkaitan dengan dua hal, yaitu apa saja bentuk medianya dan bagaimana merancang atau mendesainnya dalam sebuah sistem pembelajaran. Alokasi waktu dan anggaran dana sangat penting dalam rangka pengadaan media ini. Dana yang cukup dan waktu pengadaan yang
tidak terburu-buru akan membuat media pembelajaran berfungsi dengan maksimal.

 5. Sifat pemanfaatan media


Dilihat dari sifat pemanfaatannya, ada media pembelajaran yang bersifat primer dan ada yang sekunder. Bersifat primer berarti pemanfaatan media tersebut memang sebuah keniscayaan yang apabila diabaikan maka pembelajaran akan terhambat. Misalnya, apabila ada dosen yang dalam
penyampaian mata kuliahnya menggunakan PowerPoint, maka LCD dan komputer menjadi media primer yang harus dipakai. Sedangkan media sekunder sifatnya hanya melengkapi atau membantu media primer.

Itulah lima hal yang harus kita perhatikan dalam memilih media pembelajaran agar materi pelajaran dapat diserap oleh peserta didik secara maksimal, hingga akhirnya tujuan akhir atau goal dari pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Wikipendidikan
Back To Top