Kamis, 18 Februari 2016

1001 Manfaat MEMBACA dan Urgensinya bagi Pendidikan

Membaca bisa didefinisikan sebagai keterampilan dalam menangkap serta memahami makna dari suatu bacaan. Dalam agama islam, pentingnya membaca dibuktikan dengan perintah ‘iqra’ pada wahyu pertama yang berarti ‘bacalah!’. Dalam dunia pendidikan, membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai seseorang sebagai pintu masuk ke dalam samudera keilmuan yang amat luas. Proses belajar-mengajar pun tidak lepas dari teks sebagai bahan bacaan.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa membaca dapat memberikan kita banyak informasi dan pengetahuan tentang segala hal. Sebagaimana idiom yang menyatakan bahwa “membaca adalah jendela dunia”. Namun sayangnya, budaya pandang-dengar lebih mendominasi masyarakat

kita, sehingga aktifitas membaca menjadi terkesan membosankan.
Budaya baca pada masyarakat akademis di kalangan kita masih bisa dibilang rendah. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan minat baca harus terus disuarakan. Salah satu upaya itu ialah dengan memberikan dorongan melalui pemahaman akan besarnya manfaat membaca.


Di antara manfaat membaca, sebagaimana yang dilansir oleh thealternativedaily menyatakan bahwa orang yang suka membaca memiliki kemampuan yang lebih dalam memahami orang lain dibandingkan dengan orang yang tidak suka membaca. Hal ini membuat orang yang suka membaca mampu berinteraksi sosial dengan baik.

Membaca juga meningkatkan kemampuan kognitif seseorang. Sebab membaca merupakan aktifitas aktif yang melibatkan kemampuan kerja otak untuk memahami apa yang dibaca. Orang yang sering membaca memiliki kemampuan kognitif yang baik dan stabil dibandingkan dengan yang malas membaca. Pasalnya, aktifitas membaca merangsang otak untuk bekerja lebih aktif.

Membaca dapat menjadi salah satu sarana rekreasi yang rekreatif bagi anda. Selain bermanfaat menambah wawasan, kita juga bisa mendapatkan hiburan dari yang kita baca. Kita bebas untuk memilih bahan bacaan selama itu bermanfaat. Tidak harus yang bersifat ilmiah-akademik, namun bacaan yang bersifat non-akademik (fiksi) pun tidak masalah.

Membaca dapat meningkatkan daya konsentrasi dan tingkat fokus seseorang. Beragamnya kegiatan yang kita lakukan sehari-hari membuat kita kehilangan fokus. Oleh karena itu, mambaca merupakan salah satu sarana dalam mengembalikan fokus seseorang.

Di samping itu, semakin banyak bahan bacaan yang kita konsumsi, maka kosakata yang kita ketahui semakin banyak. Daya analisis pun akan meningkat dengan banyak membaca. Orang yang banyak membaca secara otomatis memiliki kemampuan berpikir analitis yang lebih baik.

Dengan bekal wawasan luas dari hasil aktifitas membaca yang anda lakukan, maka anda akan mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Semakin anda berwawasan luas, maka anda akan mudah membangun komunikasi yang seimbang dengan banyak orang dari berbagai bidang keahlian yang berbeda-beda. Setidaknya anda bisa ‘nyambung’ saat ngobrol dengannya.

Membaca dapat menerbangkan imajinasi kita ke tempat dan suasanya yang bahkan tidak mungkin kita mengalami atau mengunjunginya. Ya, membaca akan melatif daya imajinasi kita.

Membaca juga dapat meningkatkan kemampuan memori otak anda untuk menyimpan informasi. Membaca ibarat melakukan olahraga otak yang hasilnya dapat meningkatkan daya ingat anda dan menjaga otak anda agar tetap fit.

Dengan wawasan luas yang anda peroleh dari membaca, maka anda akn semakin bijak dan empati dalam bersikap. Orang yang berwawasan luas sangat jauh berbeda dari orang yang sempit wawasannya dalam menilai dan menyikapi suatu persoalan. Orang yang berwawasan luas mampu melihat satu persoalan dari banyak perspektif atau sudut pandang. Sehingga ia lebih bijak dalam menilai dan tidak
mudah menjustifikasi.

Membaca akan memudahkan anda sekaligus meningkatkan kemampuan anda dalam menulis. Kegiatan menulis tidak dapat dilepaskan dari aktifitas membaca. Sebab menulis itu butuh pasokan ide baik berupa pengetahuan maupun penguasaan kosakata. Tanpa membaca yang cukup, keterampilan menulis anda tidak akan meningkat. Anda akan bingung bagaimana harus memulai menulis atau bisa jadi kehabisan ide tulisan di tengah jalan.

itulah beberapa manfaat membaca di antara manfaat lainnya yang masih banyak lagi. Kita berharap dengan memahami begitu besarnya manfaat membaca, maka orang akan semakin termotivasi untuk membaca. Bahkan beberapa waktu yang lalu bapak menteri pendidikan Anis Baswedan juga telah mengeluarkan kebijakan berupak kewajiban membaca selama 15 menit sebelum dimulainya pelajaran bagi guru dan siswa-siswi pendidikan dasar.

Kita patut mengapresiasi langkah bapak menteri dalam berupaya membentuk budaya baca di kalangan guru dan siswa di sekolah. Yang menarik dari kebijakan itu tidak disyaratkan buku apa yang harus dibaca. Namun bahan bacaan diserahkan kepada guru. Artinya, guru menentukan bacaan untuk para siswa-siswinya. Semoga dengan kebijakan tersebut lahirlah guru dan siswa yang berkarakter dengan kesadaran penuh akan arti penting dari membaca. Tanpa ada aktifitas membaca, rasanya tidak akan ada pendidikan!

0 Komentar 1001 Manfaat MEMBACA dan Urgensinya bagi Pendidikan

Posting Komentar

Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top