10 Komponen Dasar dalam RPP (Lesson Plan)

Sebelum mengajar di kelas, guru diwajibkan untuk membuar RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP atau Lesson Plan ini merupakan framework yang digunakan guru sebagai panduan dan acuan selama proses pembelajaran. Di dalamnya terdapat suatu susunan yang sistematis mulai dari awal sampai akhir pembelajaran. Mulai dari pembukaan, apersepsi, metode yang digunakan, dan bagaimana langkah-langkah pelaksanaan pembelajarannya. Oleh karena itu, agar mampu membuat RPP yang baik, maka guru harus memahami unsur-unsur yang menjadi komponen dasar dalam penyusunan RPP.

Menurut Gerlach dan Ely dengan konsep pendekatan sistem dalam perencanaan pengajaran, ada 10 komponen atau sub sistem yang merupakan unsur-unsur yang saling berkaitan satu sama lain dalam penyusunan perencanaan pembelajaran atau RPP. 10 komponen tersebut ialah:

1. Spesifikasi pokok bahasan

Tujuannya adalah agar pelaksanaan pengajaran mengarah pada suatu bahasan tertentu dari suatu bidang studi dengan memfokuskan pengajaran pada suatu topic tertentu yang lebih kecil dari dari pokok bidang studi yang diajarkan. Oleh karena itu apa yang akan diajarkan hendaknya dipilih pokok bahasan yang lebih spesifik, agar apa yang disampaikan lebih jelas dan mudah dibandingkan atau dipisahkan dengan pokok bahasan lainnya dalam suatu bidang studi tertentu.

2. Spesifikasi tujuan pengajaran

Tujuan pengajaran mengarahkan siswa kepada sasaran yang akan dicapai. Tujuan pengajaran juga menjadi pedoman bagi pengajar untuk menentukan sasaran pembelajaran, sehingga setelah siswa mempelajari pokok bahasan yang diajarkan, mereka dapat memiliki kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya.

penyusunan-rpp.jpg
Sumber gambar: pixabay.com
Kompetensi yang yang harus dimiliki siswa tersebut mungkin berupa tujuan yang bersifat kognitif, afektif, atau psikomotor. Misalnya:

Setelah mempelajari rukun dan syarat syahnya shalat, siswa dapat:
  1. Mengenal arti rukun dan syarat sah shalat
  2. Menyebutkan satu-persatu rukun shalat
  3. Menyebutkan satu-persatu syarat sah shalat
  4. Membedakan antara rukun dan syarat sah shalat
Dalam menentukan tujuan juga harus operasional serta dapat diukur dan dinilai sehingga siswa dapat mengenalinya secara gamblang.

3. Pengumpulan dan penyaringan data tentang siswa

Mengumpulkan data pribadi tiap siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur potensi dan pengelompokan siswa ke dalam kategori tertentu. Seperti pengelompokan siswa berdasarkan tingkat intelegensinya. Di samping itu, yang termsuk dalam entering behaviors ini menyangkut mengetahui latar belakang pendidikan, sosio-budaya, dan lain-lainnya, sehingga guru dapat menentukan dan merencanakan pengajaran yang sesuai dangan kemampuan dan kebutuhan siswa.

4. Penentuan pendekatan (strategi)

Istilah strategi memiliki pengertian yang lebih luas dari metode atau teknik, karena di dalam strategi juga terkandung pengertian metode atau teknik., di mana dalam strategi juga dibicarakan pendekatan pengajaran dalam penyampaian informasi, memilih sumber belajar, penunjang pengajaran, serta menentukan dan menjelaskan peranan siswa.

Di samping penentuan pendekatan yang dipilih, guru juga dituntut untuk dapat menyusun prosedur dan melaksanakan untuk mencapai tujuan. Cara yang ditempuh dan sarana penunjang pengajaran untuk mengarahkan kegiatan siswa yang betul-betul dipilih secara tepat sesuai dengan karakteristik siswa agar pencapaian tujuan pembelajaran tercapai secara optimal.

5. Pengelompokan siswa

Pengelompokan siswa harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran dan dipertimbangkan dengan gaya, cara, atau kebiasaan belajar siswa. Di antara siswa ada yang suka belajar secara berkelompok, ada juga yang suka belajar secara individual.

6. Alokasi waktu

Alokasi waktu yang digunakan dalam pengajaran selalu berbeda-beda antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya. Hal ini tergantung pada bobot bidang studi tersebut, baik menyangkut pokok bahasan, tujuan yang diharapkan, pengelompokan siswa, tersedianya ruang pembelajaran yang diperlukan, serta kemampuan dan minat siswa terhadap pokok bahasan yang disampaikan. Pengaturan waktu secara terinci dapat dilakukan dengan mempertimbangkan dan menganalisis setiap tujuan yang akan dicapai, kecapatan dan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran, dan sebagainya. Dalam penetapan waktu tersebut biasanya dapat dimuat penggunaan waktu beberapa menit untuk penyajian dan beberapa menit untuk kesimpulan dan lain sebagainya.

7. Pengaturan ruangan

Pengaturan ruangan di sini bertujuan untuk membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan tidak monoton. Model pengaturan ruangan disesuaikan dengan meodel pengelompokan siswa, apakah individu atau kelompok, materi yang akan disampaikan, media yang digunakan, serta sumber penunjang yang dapat digunakan siswa dalam belajar.

8. Pemilihan media

Pemilihan media yang tepat dan sesuai dengan tujuan pengajaran yang ditetapkan sangat tergantung kepada:
  1. Kesesuaian media tersebut dengan tujuan pngajaran yang dirumuskan
  2. Kesesuaian media tersebut dengan tingkat kemampuan siswa
  3. Tersedianya sumber belajar sebagai sarana pendukung keberhasilan belajar mengajar
  4. Tersedianya dana/biaya yang memadai
  5. Kesesuaiannya dengan teknik yang dipakai,
  6. Dsb.
9. Evaluasi

Yang dimaksud dengan evaluasi di sini adalah evaluasi tentang proses belajar mengajar di mana guru berinteraksi dengan siswa. Evaluasi ini meliputi penilaian yang berkenaan dengan seluruh kegiatan yang dilakukan, sampai sejauh mana tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.

10. Analisis umpan balik

Bila diteiti secara detail, evaluasi yang dilakukan bukan sekedar menilai hasil belajar siswa saja, akan tetapi lebih luas berupa kegiatan pengumpulan data tentang materi dan kemampuan siswa, memantau proses belajar mengajar, dan mengatur pencapaian tujuan pengajaran.

Itulah 10 Komponen Dasar dalam Suatu Susunan RPP. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan bagi anda semua, khususnya para guru.

0 Komentar 10 Komponen Dasar dalam RPP (Lesson Plan)

Posting Komentar

Wikipendidikan
Back To Top