Sabtu, 04 April 2015

Cara Membuat dan Contoh Peta Konsep Pengelolaan Kelas

Secara umum, seorang guru memiliki dua peran di dalam kelas, yaitu peran sebagai pengajar (pendidik) dan peran sebagai pengelola (manager) kelas. Dua peran ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam pembelajaran di kelas. Atas dasar inilah maka seorang guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar yang baik, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan mengelola kelas yang baik. Masih banyak guru yang belum mampu melakukan pengelolaan demi terciptanya suasana kelas yang kondusif dalam proses pembelajaran. Tentu ada banyak faktor penyebabnya, bisa dari guru itu sendiri, dari siswa, atau lingkungan pendidikan yang kurang mendukung.

Baca juga:
Mengelola kelas merupakan upaya yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif yaitu kelas yang siap untuk belajar, kelas yang memberikan semangat untuk belajar, dan kelas yang mendukung untuk belajar siswa. Pengelolaan kelas yang baik (kondusif) memiliki andil yang besar dalam kesuksesan belajar siswa. Oleh karena itu penting bagi seorang guru untuk memahami dan menguasai berbagai aspek dalam mengatur dan mengorganisasikan lingkungan belajar siswa di kelas, baik lingkungan sosial, emosional, maupun lingkungan intelektual.

Seorang guru harus mampu memahami dan mengaplikasikan konsep pengelolaan kelas dengan baik apabila ingin mendapatkan proses dan hasil yang optimal dalam pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dikarenakan kemampuan mengelola kelas yang baik merupakan salah satu indikator kompetensi pedagogis seorang guru, sekaligus prasyarat guru yang profesional.

Agar guru mampu melakukan pengelolaan kelas dengan baik, maka tiada jalan lain selain belajar tentang tema-tema yang menjadi ruang lingkup pembahasan pengelolaan kelas. Praktek tidak akan sempurna tanpa teori. Pun pula teori tidak akan bermanfaat jika tidak dipraktekkan. Oleh karena itu, antara praktik dan teori terdapat suatu hubungan timbal balik yang tidak boleh dipisahkan satu dan lainnya

Teori-teori tentang pengelolaan kelas bisasanya sudah diberikan di bangku perkuliahan. Ketika kita sudah terjun mengajar di sebuah lembaga pendidikan dan berhadapan langsung dengan peserta didik, di situlah saatnya mengaplikasikan teori-teori yang didapatkan dari bangku perkuliahan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan peta konsep di bawah ini:

Pengelolaan kelas terdiri atas beberapa komponen yang meliputi: pengelolaan lingkungan kelas, pengelolaan suasana kelas, dan pengelolaan waktu dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, pengelolaan juga berpegang pada prinsip-prinsip dan pendekatan-pendekatan tertentu.

Komponen, prinsip, dan berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dalam kelas yang terbagi menjadi dua, yaitu masalah pengelolaan dan masalah pembelajaran. Hal ini sebagaimana yang telah di sebutkan di atas, bahwa guru memiliki dua peran yaitu sebagai pengajar dan pengelola kelas.

Masalah pengelolaan dapat diselesaikan guru apabila ia mampu mengimplementasikan prinsip, pendekatan, pengelolaan lingkungan, dan pengelolaan suasana kelas dengan baik.
Sedangkan masalah yang terkait dengan pembelajaran dapat diselesaikan apabila guru mampu mengimplementasikan prinsip, pendekatan, pengelolaan kegiatan, dan pengelolaan waktu dalam kelas dengan baik.

Apabila guru tidak mampu mengimplementasikan komponen, prinsip, serta pendekatan dalam pengelolaan kelas dengan baik, maka masalah-masalah yang ada di dalam kelas tidak dapat terselesaikan, baik yang menyangkut pengelolaan maupun pembelajaran. Dalam hal ini, guru dianggap gagal dalam melakukan Pengelolaan kelas untuk menciptakan apa yang disebut sebagai “KELAS YANG KONDUSIF”
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top