Tugas, Peran, dan Tanggungjawab Staf Sekolah Dalam Program Bimbingan dan Konseling

Tugas Peran Staf Sekolah Dalam Program Bimbingan Konseling

Keberhasilan penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah tidak lepas dari peranan berbagai pihak di sekolah. Selain Guru Pembimbing atau Konselor sebagai pelaksana utama, penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah, juga perlu melibatkan kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, Pengawas sekolah

Peran Kepala Sekolah

Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegang peranan strategis dalam mengembangkan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Kepala sekolah mempunyai dua fungsi utama dalam program bimbingan, yaitu dalam Organisasi Bimbingan dan Administrasi Bimbingan.

Dalam Organisasi Bimbingan, kepala sekolah ikut menyusun program bimbingan dengan memasukkannya sebagai program sekolah. Dalam Administrasi Bimbingan, kepala sekolah menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam bimbingan, sehingga kepala sekolah berfungsi sebagai orang yang mengarahkan dan menambah pengetahuan guru memahami siswa di dalam maupun luar kelas serta memperkenalkan kepada guru-guru cara menolong siswa mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang baik.

Menurut I Djumhur dan Muh. Surya, ada beberapa kebutuhan anak dalam
perkembangan pribadi sosialnya, yaitu:
  1. Kecakapan dalam memecahkan masalah sehari-hari
  2. Kemampuan dan keterampilan yang akan menjadikannya seorang warga negara yang cakap
  3. Ketrampilan berkomunikasi
  4. Keterampilan dan kebiasaan hidup efisien dan sehat
  5. Kemampuan berfikir intelegen dan kritis
  6. Memiliki sifat- sifat yang membuat bahagia
  7. Mampu memberikan pertimbangan dan penilaian diri dan orang lain
Selain dua fungsi Kepala sekolah yang sudah disebutkan di atas, Kepala sekolah juga memimpin penyelenggaraan testing untuk mengukur kemampuan, kepribadian, hasil belajar, bakat, minat, serta kecakapan khusus. Kepala sekolah membentuk dewan bimbingan disekolah yang mengetahui kebutuhan pokok siswa dalam perkembangan jiwanya dan tujuan pendidikan yang mendasar.

I Djumhur dan Muh. Surya menyebutkan beberapa kualifikasi dewan guru yang dipilih sebagai dewan pembimbing sebagai berikut:
  1. Mempunyai pengetahuan dan pengertian masalah psikologi dan tes psikologi
  2. Memiliki rasa hormat, simpati, dan pengertian terhadap anak
  3. Mempunyai kepribadian yang seimbang dan dihormati oleh guru lainnya
  4. Memiliki pandangan yang tajam terhadap masalah siswa
  5. Harus seorang yang penuh gembira dan bersemangat
Kepala sekolah melengkapi dan menyediakan kebutuhan staf bimbingan konseling misalnya pelatihan dan penambahan pengetahuan. Kepala sekolah juga mengadakan hubungan dengan lembaga-lembaga di luar sekolah misalnya dokter, psikiater dll.

Secara garis besarnya, Prayitno (2004) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam Bimbingan dan Konseling sebagai berikut:
  1. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan Bimbingan dan Konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.
  2. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang efektif dan efisien.
  3. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadaperencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
  5. Memfasilitasi guru pembimbing/konselor untuk dapat mengembangkan kemampuan profesionalnya, melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.
  6. Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Bidang BK.
Peran guru mata pelajaran dalam Bimbingan dan Konseling

Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti guru sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. Peran dan kontribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya.

Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Sebagai pembimbing, guru merupakan tangan pertama dalam usaha membantu memecahkan kesulitan- kesulitan siswa.

Terkait dengan perannya dalam Bimbingan dan Konseling di sekolah, guru mempunyai tugas sebagai berikut:
  1. Menggumpulkan data tentang siswa
  2. Mengobservasi tingkah laku murid sehari- hari
  3. Mengenal murid yang memerlukan bantuan khusus
  4. Mengadakan pertemuan/kontak dengan orangtua baik individu maupun kelompok
  5. Membuat catatan pribadi siswa dan penyimpanan dengan baik
Peran Wali Kelas

Selain guru mata pelajaran, para guru yang menjadi wali kelas juga ikut berperan dalam Bimbingan dan Konseling di sekolah. Adapun peran wali kelas di antaranya ialah sebagai berikut:
  1. Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya
  2. Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
  3. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya dikelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatan Bimbingan dan Konseling
  4. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus Bimbingan dan Konseling, seperti konferensi kasus
  5. Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan Bimbingan dan Konseling kepada guru pembimbing/konselor.
Peran Guru konselor

Guru yang bertugas sebagai konselor adalah guru bimbingan konseling karena :
  1. Mempunyai dasar dalam pengelolaan dan penanganan masalah BK
  2. Bertindak secara bijaksana, ramah, bisa menghargai, dan berkepribadian baik
  3. Merencanakan dan mengadministrasi program BP yang sesuai dengan situasi sekolah
Peran pengawas/pemilik sekolah
  1. Tugas pengawas adalah melihat perkembangan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
  2. Sebagai konsultan kepala sekolah, guru, maupun konselor
  3. Mengupayakan langkah kemajuan sekolah, guru, dan konselor. Misalnya diklat, latihan- latihan, dan seminar
Dari semua yang telah diuraikan di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa seluruh staf dalam sekolah memiliki peran,tanggungjawab, dan tugas masing-masing dalam penyediaan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Program Bimbingan dan Konseling di sekolah akan berjalan dengan lancar apabila setiap staf sekolah tersebut menyadari dan melaksanakan tugas, peran, dan tanggungjawabnya masing-masing.
Wikipendidikan
Back To Top