Senin, 01 Desember 2014

6 Prinsip Pengelolaan Kelas

Masalah mengelola kelas bukanlah merupakan tugas yang ringan. Banyak masalah yang menghadang. Salah satunya ialah kepribadian siswa yang bervariasi. Maka sangat penting bagi seorang guru untuk mengetahui prinsip-prinsip pengelolaan kelas. Penguasaan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan kelas akan memudahkan guru dalam setiap langkah yang harus dia ambil apabila muncul permasalahan dalam kelas.

Baca juga:
Ada enam prinsip dalam pengelolaan kelas, yaitu hangat dan antusias, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal-hal positif, penanaman disiplin diri.

Pertama, hangat dan antusias. Sikap hangat akan dangat mungkin bisa dimunculkan apabila seorang guru mau dan mampu menjalin ikatan emosional dengan peserta didik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu
  1. Tidak segan untuk meyapa peserta didik terlebih dahulu.
  2. Membiasakan diri untuk berjabat tangan dengan peserta didik. Kebiasaan ini akan berdampak positif terhadap kehidupan peserta didik dalam lingkungan social mereka, baik lingkungan keluarga maupun masyarakat.
  3. Membuka kran komunikasi dengan peserta didik. Bisa dilakukan dengan mencoba mengkomunikasikan masalah-masalah dan kesulitan yang dihadapi peserta didik.
  4. Memperlakukan peserta didik sebagai manusia yang sederajat. Tidak terlalu kaku juga tidak terlalu kebablasan.
Kedua, tantangan. Setiap peserta didik menyukai beberapa tantangan yang mengusik rasa ingin tahunya. Itulah sebabnya guru hendaknya mampu mamberikan tantangan yang dapat memancing semangat peserta didik dalam mengikuti mata pelajarannya. Berikut ini beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam memberikan tantangan kepada peserta didik
  1. Melakukan evaluasi sederhana secara berkala tiap minggu. Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik akan seberapa dalam pemahamannya terhadap mata pelajaran yang telah disampaikan.
  2. Mengaitkan materi pelajaran dengan berbagai fakta di lapangan. Dengan cara seperti ini, murid akan merasa tertantang kemampuan analisnya untuk mengaitkan tema pelajaran dengan konteks kehidupannya sehari-hari, sehingga materi tersebut lebih bermakna baginya.
  3. Mengajarkan keterampilan hidup dalam kegiatan belajar dengan peserta didik. Hal ini bermanfaat bagi aspek psikomotor peserta didik. Yakni keterampilan dalam menghadapi segala tantangan kehidupan.
Ketiga, variasi. Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, variasi gaya mengajar dari seorang guru sangatlah dibutuhkan karena dapat menghndari kejenuhan dan kebosanan. Tujuan variasi mengajar ini antara lain:
  1. Untuk menarik dan meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi pelajaran.
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat terhadap mata pelajaran yang diajarkan. Minat dan bakat ini tidak akan tereksplore secara maksimal apabila gaya belajar mengajar yang digunakan monoton atau tidak tepat, maka variasi ini sengat perlu.
  3. Menanamkan perilaku yang positif pada peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Jadi, ketika kejenuhan dan kebosanan itu dihindari dengan variasi gaya mengajar, maka secara otomatis respon dan perilaku peserta didik akan lebih positif.
  4. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya. Karena tingkat kemampuan dan perkembangan setiap peserta didik tidak selalu sama, terutama dalam aspek intelektual dan emosionalnya.
Keempat, keluwesan. Keluwesan berasal dari kata luwes. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, luwes diartikan sebagai sesuatu yang pantas, menarik, tidak kaku, tidak canggung, dan mudah menyesuaikan. Keluwesan dalam konteks menajemen kelas merupakan keluwesan perilaku guru untuk mengubah metode mengajar sesuai kebutuhan peserta didik dan kondisi kelas untuk mencegah kemungkinan munculnya gangguan belajar-mengajar yang kondusif dan efektif.

Kelima, penekanan pada hal-hal positif. Pada dasarnyamengajar dan mendidik menekankan pada hal-hal positif dan menghindari pemusatan perhatian peserta didik pada ha-hal negative. Hal tersebut dapat dilakukan oleh guru dengan memberikan penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.

Keenam, penanaman disiplin diri. Secara etimologis disiplin berasal dari bahasa latin disciplina dan discipulus yang berarti perintah dan peserta didik. Secara terminologis, disiplin adalah perintah yang diberikan oleh guru kepada peserta didiknya agar peserta didik melakukan apa yang diinginkan oleh guru.

Itulah uraian tentang Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan memberi tambahan wawasan bagi para guru di mana saja berada. :) 
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top