Jumat, 28 November 2014

Pendekatan Keteladanan dalam Pembelajaran

Bangsa kita saat ini sedang mengalami krisis keteladanan. Ya, perbedaan antara yang baik dan yang buruk semakin kabur dalam pandangan. Yang sifatnya tontonan malah menjadi tuntunan, yang sifatnya tuntunan malah menjadi tontonan. Begitulah, ketika budaya masyarakat setiap hari diracuni oleh tayangan-tayangan yang merusak moral generasi muda dan anak-anak. Menjadi tidak heran jika anak-anak sekarang semakin sulit dikendalikan dan dinasehati tentang kebaikan, baik oleh orang tua maupun guru di sekolah. Dari sinilah, kita perlu untuk merenung sejenak, tentang apa yang salah dengan pendidikan kita dan apa solusi yang paling tepat untuk mengatasinya. Baca juga Macam-macam Model Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan.

Pendekatan keteladanan adalah memperlihatkan keteladanan, baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, pelaku pendidikan, dan tenaga pendidikan lain yang mencerminkan akhlak terpuji, maupun yang tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah keteladanan. Sama seperti yang diungkapkan oleh Neny Rahman, lingkungan sekolah dan keluarga harus menjadi berkarakter telrbih dahulu sebelum mengkarakterkan siswa-siswinya.

Keteladanan pendidik terhadap peserta didik merupakan kunci keberhasilan dalam mempersiapkan dan membentuk moral spiritual dan sosial anak. Hal ini karena pendidik adalah figur terbaik dalam pandangan anak yang akan dijadikannya sebagai teladan dalam mengidentifikasi diri dalam segala aspek kehidupannya atau figur pendidik tersebut terpatri dalam jiwa dan perasaannya dan tercermin dalam ucapan dan perbuatannya.
pendidikan keteladanan, memberi teladan anak, krisis keteladanan, meneladani akhlak nabi, guru teladan, pendidikan karakter berbasis keteladanan

Kecenderungan manusia untuk belajar lewat peniruan menyebabkan keteladanan menjadi sangat penting. Apalagi dalam era modern yang tengah mengalami krisis keteladanan ini, metode keteladanan merupakan sebuah keniscayaan bagi para guru. Dalam proses pendidikan, Rasulullah SAW merupakan suri tauladan yang baik bagi umat Islam.

Firman Allah SWT:

Sesungguhnya dalam diri Rasulullah kamu bisa menemukan tauladan yang baik.” (QS.33:21)

Dari sini masalah keteladanan menjadi faktor penting dalam hal baik buruknya akhlak anak. Jika pendidik jujur dan dapat dipercaya, berakhlak mulia, berani, dan menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan agama, maka si anak akan tumbuh dalam kejujuran, terbentuk akhlak mulia. Begitu juga sebaliknya, jika yang sering dilihat anak adalah perilaku-perilaku yang tidak terpuji, apalagi hal itu dilakukan oleh guru atau orang tuanya sendiri, maka si anak pun akan cenderung meniru perbuatan itu. Dalam pendekatan keteladanan ini ada beberapa metode yang dapat dipergunakan di antaranya, melalui performance, kepribadian, cerita, dan ilustrasi yang mengandung unsur keteladanan. Pelajari juga Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa.

Anak kita adalah generasi penerus bangsa. Jangan biarkan mereka terkontaminasi oleh contoh-contoh yang tidak baik dari media dan lingkungan sekitar. Tidak harus mengurung mereka dalam rumah, akan tetapi kita harus selalu waspada, mengawasi, dan membimbing setiap perilaku yang dilakukannya. Sebaik apa pun kurikulum yang dirumuskan oleh pemerintah, ujung tombak penentu kualitasnya tetap ada di tangan guru dan masyarakat pendidikan. Oleh karena itu, mari menjadi guru dan masyarakat yang baik agar anak-anak kita meneladani kebaikan kita.
Wikipendidikan - Maha Templates
Back To Top